Presiden Jokowi Mulai Perbaiki Situs Bung Hatta di Boven Digoel

0
831
Lokasi Situs Bung Hatta tidak jauh dari Bandara Tanah Merah sehingga mudah dijangkau wisatawan. Suasana saat Menteri Basuki sedang berkoordinasi. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Terkait usulan Bupati Benediktus Tambonot pembangunan Bendungan Boven Digul, Menteri Basuki akan melakukan studi kelayakan terlebih dahulu. Tampak Bupati saat jalan bersama Menteri Basuki. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

BOVEN DIGOEL (LINTAS PAPUA)  – Presiden Indonesia, Joko Widodo, melalui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono akan memperbaiki kawasan wisata sejarah Situs Bung Hatta yang ada di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua.

Situs tersebut berupa Bangunan Cagar Budaya Bekas Penjara Boven Digoel yang menjadi tempat pengasingan Proklamator Indonesia Mochammad Hatta atau Bung Hatta dan para pejuang kemerdekaan Indonesia lainnya.

 

Demikian disampaikan Menteri Basuki usai melihat kondisi Situs Bung Hatta setelah melalukan perjalanan selama 8 jam meninjau perbaikan jalan Merauke – Boven Digoel. Turut mendampingi Bupati Boven Digoel, Benediktus Tambonot.

Lokasi Situs Bung Hatta tidak jauh dari Bandara Tanah Merah sehingga mudah dijangkau wisatawan. Suasana saat Menteri Basuki sedang berkoordinasi. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

“Perbaikan situs bersejarah Bung Hatta tidak hanya penjaranya saja namun seluruh kawasannya. Termasuk akan dibangun pusat kajian Bung Hatta. Sewaktu beliau akan dibawa kesini syaratnya sebanyak 7 peti bukunya turut dibawa. Tentunya banyak sekali ilmu-ilmu yang dipelajari terutama ekonomi kerakyatan, inilah yang ingin ditularkan di Papua,” jelas Menteri Basuki.

 

Desain penataan kawasan Situs Bung Hatta akan dimulai tahun ini oleh Ditjen Cipta Karya. Sementara untuk ketersediaan lahannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Boven Digul.

Menteri Basuki saat melihat lokasi penjara bekas peninggalan Bung Hatta. Presiden Indonesia, Joko Widodo, melalui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono akan memperbaiki kawasan wisata sejarah Situs Bung Hatta yang ada di Kabupaten Boven Digul, Provinsi Papua. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

“Pak Bupati sudah mulai dengan memindahkan kantor Polres yang berada disamping bangunan penjara. Nanti PUPR juga akan bangunkan perumahannya menjadi kesatuan situs ini,” jelas Menteri Basuki.

 

Lokasi Situs Bung Hatta tidak jauh dari Bandara Tanah Merah sehingga mudah dijangkau wisatawan.

 

Pembangunan Jembatan Ampera

 

Kementerian PUPR merencanakan untuk membangun Jembatan Ampera di Kabupaten Boven Digul. Selain memperlancar konektivitas, kehadiran jembatan ini juga akan mempersatukan lima suku besar yang ada.

Situs tersebut berupa Bangunan Cagar Budaya Bekas Penjara Boven Digoel yang menjadi tempat pengasingan Proklamator Indonesia Mochammad Hatta atau Bung Hatta dan para pejuang kemerdekaan Indonesia lainnya. Tampak saat berkoordinasi dengan para muspida setempat. (Foto Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

“Tujuannya tidak hanya memperlancar, mungkin lalu lintas hariannya memang masih rendah, namun yang lebih penting mempersatukan lima suku disini,” kata Menteri Basuki.

 

Ditambahkannya persatuan dan kesatuan menjadi pesan dari Presiden Joko Widodo. Desain Jembatan Ampera akan dilakukan tahun ini oleh Ditjen Bina Marga dan diharapkan bisa dimulai pembangunannya tahun 2019.

 

Terkait usulan Bupati Benediktus Tambonot pembangunan Bendungan Boven Digul, Menteri Basuki akan melakukan studi kelayakan terlebih dahulu. “Membangun bendungan sama saja kita berinvestasi bencana kalau tidak disiapkan dengan baik. Oleh karena itu kita akan lakukan studi detilnya, kalau memang memenuhi persyaratan akan kita bangun. Karena air pasti dibutuhkan,” terang Menteri Basuki.

 

Turut mendampingi Menteri Basuki  yakni Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo, Kepala Balai Besar Pelaksanaan ‪Jalan Nasional XVIII Jayapura Osman H. Marbun, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Merauke Nimrod Rumaropen dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (Eveerth Joumilena)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here