Yonif 501 dan KKP Jayapura Gelar Surveilans Malaria

0
2
Ketua tim dari KKP Jayapura, Ibu Mina Sipayung, SKM, M. Kes berharap setelah diadakannya Surveilans Migrasi Malaria ini Prajurit yang melaksanakan Tugas Pengamanan Perbatasan tidak terjangkit Penyakit Malaria. Suasana Kegiatan. (ISTIMEWA)
Ketua tim dari KKP Jayapura, Ibu Mina Sipayung, SKM, M. Kes berharap setelah diadakannya Surveilans Migrasi Malaria ini Prajurit yang melaksanakan Tugas Pengamanan Perbatasan tidak terjangkit Penyakit Malaria. Suasana Kegiatan. (ISTIMEWA)

KEEROM (LINTAS  PAPUA) –  Sebagai upaya dalam Deteksi dini dan Cegah dini terjangkitnya penyakit Malaria, Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Jayapura menggelar kegiatan Surveilans Migrasi Malaria atau yang disebut juga Pengumpulan Data tentang Penyakit Malaria pada hari Senin, 12 Maret 2018.

Kegiatan Surveilans Migrasi Malaria ini dilaksanakan di Pos Kotis Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad, Skouw. Kegiatan Surveilans Migrasi Malaria ini  dipimpin oleh Dokter Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad, Letda CKM. Seindy Arya.

Sedangkan personel dari KKP Jayapura yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 9 orang, dipimpin oleh Ibu Mina Sipayung, SKM, M. Kes yang menjabat sebagai Epidemiolog KKP Jayapura sekaligus Ketua tim dari pihak KKP Jayapura

Tekhnis pelaksanaan dari kegiatan Surveilans Migrasi Malaria ini diawali Wawancara tiap tiap perorangan dari anggota Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad. Wawancara ini untuk pengambilan data awal apakah anggota Satgas sudah pernah terjangkit penyakit Malaria atau belum pernah.

Kemudian dilanjutkan dengan Tensi tekanan Darah. Setelah melaksanakan Tensi, anggota Satgas diarahkan untuk melaksanakan pengambilan sampel Darah. Dari sampel Darah yang diambil ini, nantinya akan diketahui apakah anggota Satgas Positif atau Negatif terjangkit Penyakit Malaria. Disamping itu dari sampel Darah tadi juga bisa diketatuhi kadar Kolesterol dalam darah.

Ketua tim dari KKP Jayapura, Ibu Mina Sipayung, SKM, M. Kes berharap setelah diadakannya Surveilans Migrasi Malaria ini Prajurit yang melaksanakan Tugas Pengamanan Perbatasan tidak terjangkit Penyakit Malaria.

‘’Karena daerah Papua ini merupakan daerah yang merupakan Endemik tinggi Malaria dan tetap sehat sampai selesai melaksanakan Tugas Pengamanan Perbatasan di Papua,’’ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada Anggota Satgas agar selalu menjaga kontak dengan Malaria, selalu menggunakan baju dan celana panjang, serta disiplin dalam menggunakan Lotion Anti Nyamuk, dan yang paling penting adalah selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap dalam kondisi fit dan sehat. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)