Wujudkan Keluarga Sejahtera, 14 Kampung di Keerom Ikut Program KB

0
69
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Keerom, Herman Raya. (Arif/HPP)
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Keerom, Herman Raya. (Arif/HPP)

KEEROM (LINTAS PAPUA)  –  Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Keerom, Herman Raya, mengemukakan bahwa hingga tahun 2018 ini, di Keerom sudah ada 14 Kampung KB. Hal ini berarti jauh diatas target dari yang direncanakan sebanyak 5 kampung KB.

 

‘’Di Keerom hingga tahun 2017, sudah ada kampung KB (keluarga Berencana) sebanyak 14 kampung, ini jauh diatas target yang dibebankan kepada kita untuk membentuk 5 kampung KB,’’ungkapnya kepada wartawan, di Kompleks Kantor Bupati Keerom, kemarin (12/3).

 

Hal ini tentunya menggembirakan. Karena menurutnya, masyarakat kini menyadari bahwa KB bukan semata membatasi orang memiliki keturunan semata. ‘’Jadi kampung KB tujuannya dibentuk adalah untuk bagaimana kita bersama-sama dengan lintas sektoral lainnya membangun kampung tersebut, sehingga kampung tersebut lebih baik dan berencana,’’lanjutnya.

 

Ia menjelaskan bahwa diharapkan dengan adanya kampung KB, maka semua sector terkait akan membangun secara bersama di kampung tersebut. ‘’Pembangunan diharapkan akan berjalan bersamaan sehingga kampung tersebut lebih cepat mengalami pembangunan dan kemajuan yang pada gilirannya akan berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan keluarga,’’paparnya lebih jauh.

 

Ia mencontohkan dengan adanya kampung KB, diharapkan pembangunan sarana dan fasilitas ke-PU-an bagi warga kampung terlayani seperti air bersih, saluran air, dan lainnya. Demikian pula untuk kegiatan keagamaan, pendidikan, kesehatan, juga bisa terlayani baik di Kampung KB.

 

‘’Intinya kampung KB ini kita harapkan akan dikeroyok dan dibangun bersama lintas sector baik dari sisi kesehatan, PU, kantor agama, pemukiman, kesehatan, pendidikan dan lainnya. Untuk kedepannya, kita harapkan di Keerom minimal ada satu kampung KB di setiap distrik terutama di wilayah III Kab Keerom. Karena kedepannya dari program pusat ada alokasi khusus untuk kegiatan yang diperuntukan bagi sosialisasi dan bahkan insentif bagi masyarakat, serta program lainnya,’’pungkasnya.(rif)

—————–