Satu Suara, Satu Hati, Satu Tekad Warga Paniai untuk LUKMEN Jilid II

0
11
Calon Gubernur Papua Lukas Enembe dan istrinya saat berpose bersama pendukungnya saat kampanye terbatas di Enarotali Paniai, Rabu (14/03/2018)

PANIAI (LINTAS PAPUA) – Satu Suara, Satu Hati, Satu Tekad untuk LUKMEN Jilid II. Demikian ikrar masyarakat Kabupaten Paniai yang disampaikan oleh Perwakilan Adat, Perempuan, Pemuda dan masyarakat di Paniai, saat pertemuan terbatas Kampanye LUKMEN Jilid II Rabu (14/03/2018) di Aula Gereja Katolik Paroki Santo Yusup, Enarotali, Kabupaten Paniai.

“LUKMEN lanjut kerjakan sisa pembangunan, bantu kami orang Moni untuk Otsus. Suara orang Moni saya sudah isi dalam noken, Jadi bapak tolong Lanjut, martabat orang Gunung harus membangun, Kita semua Puas, Papua bergerak bernapas adalah Lukas Enembe,” kata Benny Zonggonao sebagai kesaksian dukungan masyarakat Suku Moni wilayah Paniai.

Oktofianus Kobepa Tokoh Pemuda, Mewakili Kepala unsur pemuda di 8 Distrik mengatakan, suara bulat juga akan dipersembahkan delapan distrik di wilayah Paniai dengan jumlahnya mencapai 30 ribu pemilih Suku Mee. “Suara itu sudah dimasukkan dalam Noken untuk LUKMEN. 100 persen untuk Lukas Enembe,” kata Oktovianus disambut dukungan suara dari Suku Mee Paniai.

Lukas Enembe saat disambut masyarakat Paniai.

“Rakyat punya isi hati sudah ada di LUKMEN, dengan titipan Ingat rakya Mee Pago untuk pembangunan,” kata  Naftali Tebai, kepala Suku Mee dari Paniai Barat.

Perwakilan masyarakat adat dalam mendukung LUKMEN juga diperkuat kerinduan perwakilan Perempuan Papua wilayah Paniai, yang menyambut kedatangan Lukas Enembe dan Istrinya, Yulce Enembe di Paniai.

“Anak  Lukas  datang disini, ini Gubernur kita, orang Papua punya anak. Saya sedih karena harus putar-putar, cuma Lukas saja Gubernur kita. Lukas untuk Papua, anak kami, anak Koteka,” kata Mama Mote dengan tangisannya dan disambut pelukan Ny Yulce Enembe.

Saat berjalan kaki menuju Aula Paroki St Yosep Enarotali

Kepada Lukas Enembe, Mama Mote meminta agar LUKMEN harus menjadi gubernur dan wakil gubernur Papua selama dua periode. “Itu itu harga mati. Lukas anak Koteka harus dua periode, itu harga mati bagi kami anak Kotema dan Mote, Lukas Harus dua periode,” tegas Mama Mote.

Harapan serupa disampaikan  Yesaya Mote, perwakilan suku Moni dan Dani. Kata Yesaya, LUKMEN pemimpin profesional, pemimpin merakyat, pemimpin yang membangun Papua sesuai visi misinya.

“Cuma LUKMEN yang dipercaya suku Moni dan Dani, tidak ada pemimpin yang bisa angkat harkat dan derajat orang Moni dan Dani, cuma LUKMEN saja,” kata Yesaya.

 

Lukas dan Istri Berterima Kasih

Terhadap bentuk dukungan dari semua unsur di Paniai, Lukas Enembe meminta doa serta restu yang diberikan. Dengan  salam  ‘Amole, Amano, Wiwao, Amakane  Koyauw, wa wa wa’ Lukas menghaturkan banyak terima kasih terhadap dukungan masyarakat Paniai.

Lukas Enembe dan istrinya saat didoakan para Hamba Tuhan di Paniai.

“Budaya kita luar biasa, dukung kami dengan doa, terima kasih Tuhan berkati. Karena doa, sehingga saya msih berdiri disini, dan masih bisa lanjutkan periode berikutnya,” kata Lukas.

Dihadapan, ratusan masyarakat yang memadati tempat pertemuan tersebut, Lukas mengaku sangat terlihat jelas keinginan masyarakat agar LUKMEN kembali pimpin Papua Jilid II.

“Di sini sangat terlihat jelas masyarakat inginkan LUKMEN kembali pimpin Papua. Saya minta masyarakat bertanggung jawab amankan suara LUKMEN untuk semua wilayah Mee Pago,” kata Lukas disambut riuh yel yel Satu Papua LUKMEN dari masyarakat

Menurut Lukas, dirinya ke depan meminta data riil masyarakat Papua agar mendapat bantuan dari pemerintah. Hal itu akan terwujud, jika pemerintahan di setiap daerah memberikan data jumlah Orang Asli Papua (OAP) secara lengkap dan akurat.

Yel-yel kemenangan LUKMEN.

Bahkan, di tahun 2018 melalui kebijakan Pemerintahan Papua Bangkit Mandiri sudah menerapkan program bantuan dana untuk anak usia 1-4 tahun dan orang tua usia 60 tahun keatas, salah satunya adalah Paniai.

“Tahun 2018 kita coba kasih ke anak kecil dan orang tua, sehingga harus ada pendataan OAP, harus jelas kampung apa, distrik mana, marga apa. Dan itulah akan menyusul program berikutnya untuk seluruh OAP. Yang penting data lengkap jangan ada manupulasi,” kata Lukas yang juga meminta semua masyarakat pemilih di Paniai agar mengawal pesta demokrasi Pilgub Papua dengan tetap mengedepankan keamanan dan ketertiban.

Sementara Yulce Enembe mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Paniai. “Puji tuhan dukungan yang diberikan untuk LUKMEN, jangan lupa pilih nomor satu, tetap jaga keamanan, junjung Pilkada Damai untuk Papua,” kata Yulce.

Petrus Yogi, guru SD dari Lukas Enembe di Mamit, memeluk Lukas penuh haru dan bangga.

Lukas Bertemu Guru SD

Salah satu momen unik terjadi di Aula Aula Gereja Katolik Paroki Santo Yusup, Enarotali, Kabupaten Paniai. Di tengah riuhnya dukungan suara ke LUKMEN, tiba-tiba Calon Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP.MH dihampiri sosok lelaki berbaju lengan panjang biru. Wajah itu taka sing di mata Lukas. Dia adalah Petrus Yogi, gurunya sewaktu masih di SD YPGI Mamit, Distrik Kembu, kampung asal Lukas.

Rasa haru Lukas saat bertemu gurunya Petrus Yogi.

Suasana yang tadi riuh tiba-tiba hening. Ketika sang guru memeluk Lukas dan menitikkan air mata haru.

“Saya bangga anak didik saya sudah jadi Gubernur. Ini mutiara yang telah saya pelihara dan mendidik dengan baik. Lima tahun telah terbukti bangun Papua dengan keberpihakan kepada rakyat Papua,” kata Petrus Yogi.

Sementara Lukas pun balik berterima kasih kepada sang gurunya. Menurutnya, tanpa guru, ia tak bisa berdiri di hadapan ratusan pendukungnya. Tanpa guru, ia tidak mungkin menjadi seorang gubernur.

“Seorang guru bisa menghasilkan orang-orang hebat di Papua. Tanpa guru, saya tidak apa-apa di hadapan rakyat,” kata Lukas.

Pertemuan terbatas Kampanye LUKMEN Jilid II di Paniai diakhiri doa. Aroma kemenangan LUKMEN mulai tercium di Mee Pago. (Stysan/Tim Humas KPB II)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *