Kemensos Gelontorkan Rp 5,52 Miliar Penanganan KLB ASMAT

82
Ilustrasi Suasana Penanganan Penyakit Campak dan Kekuragan Gizi di Kabupaten Asmat, kini telah mendapatkan penanganan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah daerah setempat.. (ISTIMEWA)
Tampak aparat TNI saat membantu warga Asmat. (ISTIMEWA)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  –  Kementerian Sosial telah menggelontorkan bantuan senilai lebih dari Rp5,52 miliar untuk penanganan Kejadian Luar Biasa gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Papua.

“Bantuan tersebut sudah kita salurkan untuk penanganan KLB di Asmat,” kata Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat yang dihubungi di Jakarta, Rabu.

KLB tersebut terjadi di enam distrik di Kabupaten Asmat sejak September 2017 hingga awal 2018.

Harry merincikan, bantuan tersebut dialokasikan untuk logistik senilai Rp804 juta, bantuan Program Komunitas Adat Terpencil (KAT) Rp3,1 miliar.

Juga bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 567 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) senilai Rp1,13 miliar.

Serta untuk pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) sebesar Rp128 juta, perekrutan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Muda sebesar Rp309 juta dan penguatan kearifan lokal senilai Rp50 juta.

Saat ini jumlah Tagana di Papua sebanyak 1.060 personel dan memiliki 21 lokasi Kampung Siaga Bencana.. (ant/ej/Koran Harian Pagi Papua)