ASN Keerom Diajak Netral Saat Pilgub Papua 2018

183
Sekretaris Daerah (Sekda) Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM, (Arif /HPP)
Sekretaris Daerah (Sekda) Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM, (Arif /HPP)

KEEROM (LINTAS PAPUA) –  Sekretaris Daerah (Sekda) Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM, menegaskan bahwa sesuai UU no 5 Tahun 2015 dan PP no 5 Tahun 2010, bahwa netralitas ASN dalam politik adalah hal yang jelas dan tak bisa ditawar-tawar lagi.

‘’Saya ingatkan kepada ASN di Keerom, bahwa soal netralitas ini sudah jelas, jadi jangan sampai ASN di Keerom ini bermain-main soal ini. Jangan sampai tak sadar, ASN justru senang bisa selfie dengan kandidat. Ini bisa membawa masalah karena ini melanggar aturan-aturan tersebut,’’ungkapnya, pada ASN di lingkungan Pemkab Keerom pada sebuah kegiatan belum lama ini.

Ditambahkan, ia sebagai Sekda Keerom hanya mengingatkan agar netralitas ASN dijaga selama gelaran Pilgub dan gelaran poluitik lainnya, namun yang melaksanakan adalah ASN itu sendiri apakah mau melaksanakan atau tidak.

‘’Saya kira Sekda saat ini baik di Papua atau luar, saya kira semuanya sudah tidak terlalu tahu urusan ASN di luar pekerjaan, namun saya ingatkan bahwa Sekda tahu atau tidak, diluar sana ada Bawaslu. Mereka tentunya akan bekerja terus untuk mengawasi bapak, ibu sekalian. Dan soal sanksi, saya kira semua sudah tahu bahwa itu bisa sampai berupa sanksi pemecatan, semua itu sudah diatur dalam UU, jadi kalau mau main-main silakan tanggung sendiri akibatnya,’’lanjutnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati, MM, usai memimpin apel. (Arif /HPP)

Selain itu Sekda juga mengingatkan bahwa netralitas itu bukan hanya boleh atau tidaknya ikut kegiatan politik namun juga bagaimana dalam memberikan pelayanan. ‘’Sebagai ASN kita harus berjalan ditengah dan beri pelayanan dengan baik, SKPD jangan dalam memberikan pelayanan bersikap pilih kasih untuk kandidat tertentu, beri pelayanan yang sama kepada semua pihak,’’tegasnya lagi.

Untuk itu sekali lagi ia tekankan, agar ASN stop bermain politik. ‘’Stop, ASN jangan ikut politik, tak ada gunanya, lihat di daerah lain, ASN disana sudah tak pusing dengan politik, jangan masuk tim ini, tim itu dan lainnya nanti salah-salah anda sendiri jadi nasi tim,’’pungkasnya. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)