Uncen Kaji Kembali dan Batalkan MoU Dengan Polda Papua

0
581
Rektor Universitas Cendrawasih, Apolo Safanpo, didampingi Pembantu Rektor Tiga, Jonathan Waroromi dan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa, Paskalis Boma, memberikan keterangan terkait MoU yang sebelumnya telah disepakati Uncen dengan Polda Papua, yakni membatalkan Memorandum of Understanding (MoU) yang telah dilakukan sebelumnya, Selasa (13/3/2018).
Rektor Universitas Cendrawasih, Apolo Safanpo, didampingi Pembantu Rektor Tiga, Jonathan Waroromi dan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa, Paskalis Boma, memberikan keterangan terkait MoU yang sebelumnya telah disepakati Uncen dengan Polda Papua, yakni membatalkan Memorandum of Understanding (MoU) yang telah dilakukan sebelumnya, Selasa (13/3/2018). (Fransisca /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Rektor Universitas Cendrawasih, Apolo Safanpo, didampingi Pembantu Rektor Tiga, Jonathan Waroromi dan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa, Paskalis Boma,  memberikan keterangan terkait MoU yang sebelumnya telah disepakati Uncen dengan Polda Papua, yakni membatalkan Memorandum of Understanding (MoU) yang telah dilakukan sebelumnya,  Selasa (13/3/2018).

 

“Dinamika yang terjadi dalam lingkungan kampus sejak adanya MOU Polda dengan Universitas Cendrawasih yang sempat menimbulkan pemalangan Universitas Cendrawasih, juga kegiatan belajar terhambat pada 8 maret 2018,” ujar  Rektor Uncen, Apolo Safanpo, dalam keterangan pers di Kantor Pascasarjana Uncen, di Abeputra.

Dikatakan,  bahwa  MOU memang penting untuk kerjasama, kontrubusi, kompetensi khususnya bagi fakultas Hukum, bagi Polda sendiri akan adakan mahasiswa praktek Polsek, Polres, kuliah kelas kerjasama khusus polisi.

Suasana saat Rektor Uncen memberikan keterangan, didampingi Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan. (Fransisca /LintasPapua.com)

“Tapi kegiatan akademik penting, sehingga kita perlu membijaki situasi akademik ternyata tidak dapat melakukan aktivitas akademika, maka menciptakan kedamaian itu penting,” ujar Apolos Safanpo, dalam keterangannya.

Disampaikan , bahwa pihaknya sudah berkoordinasi  dengan Kapolda Papua,  untuk meninjau ulang  MoU yang Sudah di tandatangani, sehingga dibatalkan.

“Memang Mou penting, namun  suasana kondisi kampus itu penting. Kami juga Sudah melakukan dialog dikampus dan kami menyetujui permintaan mahasiswa agar MOU di batalkan. Idealisme itu baik, reaslisme juga baik, agar terjadi keseimbangan dalam kampus kami,” tutupnya.

Dalam keterangan pers tersebut, hadir juga sejumlah pimpinan mahasiswa tingkat universitas dan fakultas, namun tidak sempat menyampaikan pendapat tersebut.

Sementara itu, sebelumnya Mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) melakukan aksi demo dan pemalangan kampus dengan Uncen tuntutan pencabutan MOU antara Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafly Amar dengan Rektor Uncen DR. Ir Apolo Safanpo ST MT.

Ilustrasi aktivitas Kampus Fisip Uncen dengan kegiatan mahasiswa baru di Aula Fisip Uncen tersebut. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

Demo yang dikoordinir oleh Atius Inup dan Benyamin Bayeam Keroman diikuti sekitar 150 orang, tampak memalang di gapura kampus Uncen Waena, Kamis (8/3/18). Tak lama pemalangan berlangsung, Kapolsub Sektor Heram yang berjumlah 4 orang dipimpin oleh Iptu Alfrit B. Nadek (Kapolsek sub Heram) tampak memantau.

 

Benyamin Bayeam Keroman (Mahasiswa Uncen) selaku koordinator dalam orasi menyatakan, aksi ini mempertanyakan agenda Rektor dengan Kapolda Papua. “Hari ini kita akan melaksanakan aksi demo sampai Rektor universitas cenderawasih dan Kapolda Papua tiba di tempat ini untuk menjelaskan tujuan dan maksud dilaksanakan penandatanganan MOU yang terjadi pada hari Rabu tanggal 07 Maret 2018,”  katanya, dalam aksi sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut,  hadapan Kapolsek Abepura, AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan, S.Ik, ketua BEM Uncen, Paskalis Boma menyampaikan bahwa mereka akan melaksanakan aksi demo sampai pukul 15.30 WIT atau sampai ada tanggapan dari Rektor Uncen dan Kapolda Papua terkait dengan penandatanganan MOU yang dilakukan tanpa sepengetahuan mahasiswa.

Berangkat dari aksi inilah hingga pihak Rektorat bertemu dengan mahasiswa hingga akhinrya disepakati membatalkan MoU dengan Polda Papua, agar rutinitas kampus Uncen kembali berjalan normal dan baik. (Fransisca /LintasPapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here