Hari Strategi Konservasi Sedunia : Digelar Festival Cycloop Diwarnai Lomba Ukir Pahat

0
19

JAYAPURA  (LINTAS PAPUA)  – Lomba Ukir dan pahat digelar oleh Balai Besar konservasi sumber Daya alam(BBKSDA)Provinsi Papua dalam rangka Hari Strategi Konservasi Sedunia, salah satu rangkaian Festival Cycloop,  dengan peserta sebanyak 22 orang,  7  dari Asmat,         Seorang dari Biak dan  Membramo, serta dua dari Sentani, selanjutnya 11 dari Kota Jayapura. di kantor BBKSDA Jayapura, Senin(12/3/2018).

 

Kepala Dinas Balai Besar konservasi sumber Daya alam(BBKSDA)Provinsi Papua,  Ir. Timbul Batubara, M.Si, mengharapkan mampu memasyarakatkan  konservasi, walaupun tidak gampang, namun sebenarnya masyarakat tanpa sadar  sudah berbuat konservasi.

 

“ Tujuan konservasi adalah bagaimana manuasia dan alam bersatu, Cycloop merupakan rol model, Kita perlu membumikan program konservasi alam, tanpa di rasakan Sudah memberikan dampak bagi masyarakat, misalnya belanja 500.000 akan mendapatkan dua bibit pohon untuk di tanam, BBKSDA hadir ke masyarakat. Yang Ikut lomba hari ini mewakili ribuan masyarakat,” ujar Ir. Timbul Batubara, M.Si,  kepada media saaty diwawancara.

Sementara itu,  Ketua Panitia, I Ketut Diatra Putra, S,Si.,  menjelaskan mengapa memilih sebagian besar masyarakat kawasan Cycloop ,untuk Ikut lomba ukir dan Pahat, karena kawasan ini menjadi wilayah konservasi.

“Selain Cycloop menjadi wilayah konservasi, mereka bisa coba gali melalui lomba, agar bisa berkesinambungan, masyarakat terampil, lalu berdampak positif, sekitar kawasan, selanjutnya bisa memiliki kehidupan dan perekonomian, seperti di bali. Kegiatan ini salah satu mata rantai festival Cycloop pada 18 November 2018,” tandasnya.  (Fransisca /LintasPapua.com)