Waropen Cuaca Buruk, 23 Orang Terbalik Dengan Perahu dan Berenang Menuju Muara Kali Botawa

0
10
Salah satu korban (pakai topi) adalah motoris yang berhasil diselamatkan oleh Tim Polair Polres Kabupaten Waropen. (Agus/HPP)
Salah satu korban (pakai topi) adalah motoris yang berhasil diselamatkan oleh Tim Polair Polres Kabupaten Waropen. (Agus/HPP)

Tidak Ada Korban Jiwa, 13 Diantaranya adalah Pelajar SMA Negeri Urfas

BOTAWA (LINTAS PAPUA) –  Sekitar pukul satu siang sebanyak 23 orang keluar dengan Speed Boad 13 diantaranya pelajar dari Pelabuhan Tradisional Sanggei dengan tujuan Distrik Dembah Kabupaten Waropen untuk menghadiri pemakaman rekan satu sekolah SMA Negeri Urfas.

Namun naas bagi para penumpang perahu speed yang membawa mereka terbalik karena cuaca yang saat itu kurang bersahabat. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (9/3).

Kapolres Waropen AKBP Supraptono,S.Sos, M.Si saat ditemui di Pos Polisi Air di Sanggei mengatakan jika memang benar sebuat speed boad dengan 23 penumpang terbalik, namun insiden tersebut tidak memakan korban jiwa.

“Para penumpang yang sebagian besar adalah pelajar berniat melayat rekannya yang meninggal di Distrik Dembah dengan menggunakan perahu Speed Boot, awalnya mereka sudah diingatkan oleh guru mereka namun, mereka memaksakan diri padahal cuaca kurang bersahabat” terangnya.

Dijelaskan Supraptono, bahwa sekitar 45 menit setelah perjalanan rombongan ini diterpa oleh gelombang besar yang menyebabkan speed terbalik.

“Sampai dengan pukul satu siang kemarin sudah 8 orang korban yang berhasil dibawa ke Waropen  dengan selamat dan satu orang telah dijemput oleh orang tuanya di Muara Kali Botawa, dan sisanya 15 orang yang telah diselamatkan oleh warga masyarakat saat lewat lokasi kejadian” katanya.

Pihak Pol Air Polres Waropen melakukan pencarian langsung sejak laporan itu diterima sehingga seluruh  korban dapat ditemukan dengan selamat untuk selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas terdekat, bahkan ada cerita dari korban saat terbalik mereka harus berenang menuju ke Muara Kali Botawa selama 2 setengah Jam.

Lanjut Supraptono, untuk pengemudi speed (motoris) ditemukan Tanjung Orega.

15 orang pelajar yang saat ini berada di Distrik Dembah telah dijemput oleh Tim Polres untuk dibawa ke Waropen guna dilakukan pemeriksaan kesehatan, dan selanjutnya setelah pulih akan kembalikan kepada orang tua masing-masing.

“Bersyukur semua korban laka laut semua selamat” ujar Kapolres Supraptono.

Guru SMA N Urfas Heni Sulawarikar yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan saat ditemui mengatakan, awalnya saat pagi anak-anak ini memberi tahu gurunya bahwa temannya meninggal di Distrik Demba, dan mereka ingin pergi melayat.

Namun saat diantar ke Pelabuhan Tradisional di Sanggei melihat kondisi laut tidak bersahabat, sehingga saat itu Ibu Heni sempat menegur anak-anak untuk tidak usah berangkat, apalagi ujian sekolah sudah dekat tetapi teguran itu tidak di hiraukan dan tetap berangkat.(Agus / Koran Harian Pagi Papua)

Daftar Nama Penumpang

  1. David Bubui (keluarga Duka)
  2. Daud Mosiri (warga)
  3. Serlita Rudamaga (warga)
  4. Thomas Rewomi (pelajar)
  5. Muhamad Asahalinki (Pelajar)
  6. Markus Ramandei (Pelajar)
  7. Ramses Mudumi (warga)
  8. Alex Imbiri (pelajar)
  9. Melfin Reri (Pelajar)
  10. David Mudumi (Pelajar)
  11. Albert Bubui (Pelajar)
  12. Mince Koridama ((Pelajar)
  13. Frengky Rumandewai (Pelajar)
  14. Putri Bubui (warga)
  15. Maria Koridama (Pelajar)
  16. Rahman Maniagasi (Pelajar)
  17. Kakupa Sarampayai (warga)
  18. Ehud Rabragari (warga)
  19. Marlena Ode Donggori (warga)
  20. Yahya Rabrageri (anak)
  21. Yunus Agus Bubrayai (Pendamping Motoreis)
  22. Okto Rudamaga (Pelajar)
  23. Riki Windesi (Motoreis)