Habel Melkias Suwae : Peningakatan Pangan Sesuai Klaster Pembangunan

201
HMS diapit kedua orang tua asal Merauke dalam sebuah kegiatan bersama masayarakat di Selatan Papua. (ISTIMEWA)
“Papua inikan tanah yang luas dengan kekayaan alam yang melimpah dan beragam, berdasarkan kondisi geografis,” ujar Habel Melkias Suwae,  di Merauke, Senin (12/03/2018). (ISTIMEWA)

MERAUKE (LINTAS PAPUA)  –  Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua No Urut 2 yang memiliki slogan “Papua Cerdas” menegaskan pembangunan sektor ekonomi akan mengacu pada klaster pembengunan sesuai visi misi JOSUA, jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Papua priode 2018 – 2023.

Dalam visi misi JOSUA, pembangunan di Papua akan di bagi dalam lima claster pembangunan, yaitu Animha, La Pago, Mee Pago, Sareri dan Tabi, setiap claster ini memiliki potensi sumber daya alam masing-masing.

“Papua inikan tanah yang luas dengan kekayaan alam yang melimpah dan beragam, berdasarkan kondisi geografis,” ujar HMS di Merauke, Senin (12/03/2018).

Menurut HMS, pemberdayaan ekonomi rakyat sudah menjadi komitmen nasional, namun untuk Papua 5 wilayah adat sudah memili komoditi pertanian, seperti wilayah Anim ha paling dikenal dengan pertanian sawah dan perkebunan karet.

Untuk La Pago dan Me Pago cocok dengan tanaman keras seperti komoditinya Kopi, untuk wilayah Sareri cocok dengan kelapa dan pinang dan wilayah Tabi cocok dengan tanaman keras seperi Kakao dan jenis lain.

HMS diapit kedua orang tua asal Merauke dalam sebuah kegiatan bersama masayarakat di Selatan Papua. (ISTIMEWA)

Habel juga menegaskan masyarakat Papua tidak boleh hanya menunggu pemberian pemerintah, tetapi masyarakat harus dibuat menjadi pelakum untuk memperoleh pendapatan yang pasti.

“Ada 5 kemandirian yang harus diberikan kepada rakyat, tidak tergantung pada dana Otsus, karena Otsus juga terbatas. Tetapi rakyat harus berbuat dan berprilaku untuk kempentingan dirinya dan keluarganya. Jadi tidak ada ketergantungan dengan dana Otsus,” katanya .

Ini suatu kebijakan yang tidak harus terus dilakukan, kata Habel. Tetapi bagaimana masyarakat bisa mandiri. Ibarat ketika orang minta ikan berikanlah kail. Jadi tidak ketergantungan pemberian tetapi dia bisa mencari dengan jumlah yang lebih besar.

Lanjut Habel, selama ini rakyat Papua hanya menunggu kebijakan pemerintah saja, contoh Beras raskin (sejahtera) dimana dengan adanya kebijakan pemerintah sekarang orang Papua sudah beralih konsumsi dari ubi dan sagu menjadi konsumsi nasi.

Pasangahn Calon Gubernur Papua dan Calon Wakil Gubernur Papua,, John Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae. (ISTIMEWA)

“Ketika beras tidak ada ribut , kalau kepala kampung tidak beri beras lalu lapor dipolisi . ini jadi masalah, maka harus ditumbuhkan masyarakat bisa menghasilkan sesuatu yang bisa memenuhi kebutuhan keluarga,” tandasnya .

Sementara itu, Geranus Mahuse, warga Merauke kepada wartawan menuturkan, bahwa  masyarakat Papua Selatan sudah cerdas memilih pemimpinnya, mereka tidak mau hanya diiming-imingi janji-janji, tetapi mereka akan melihat kemauan calon untuk membangun.

“Selama ini wilayah Merauke  tidak mendapat perhatian, kami  seperti diabaiakan, yang ada pembangunan di wilayah selatan ini hanya jalan trans Papua, itu juga dibangun oleh pemerintah pusat.

Kami melihat bapak JWW – HMS memiliki visi yang tepat, karena keduanya pernah menjadi Bupati dua priode, Bupati Jayawijaya dan Bupati Kabupaten Jayapura, yang selama menjadi bupati pembangunan yang mereka lakukan sangat pesat.

“Jadi kami masyarakat di wilayah selatan Papua ini masih memilih untuk pasangan JWW-HMS, karena hasil kerja mereka lebih nyata,” ujar Geranus yang juga pengurus LMA Merauke itu. (tim Josua).