Aspiratif dan Peduli, JOSUA Dukung Pemekaran Papua Selatan

0
152
JWW - HMS bersama masyarakat adat Papua, maju sebagai calon pemimpin Negeri Cenderawasih, siap membangun dengan moto Papua Cerdas. (ISTIMEWA)
Pasangahn Calon Gubernur Papua dan Calon Wakil Gubernur Papua,, John Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)   – Melihat situasi pembangunan di Papua yang belum menunjukan kemajuan yang signifikan, meski pemerintah pusat telah mengelontorkan anggaran yang cukup besar, membuat calon gubernur Papua nomor urut 2, John Wempi Wetipo, SH.MH bertekad untuk mewujudkan aspirasi pemekarkan di Papua.

“Kita lihat realita hari ini, masyarakat masih terus berteriak, bahwa pembangunan tidak berjalan maksimal, itu diakibatkan Papua wilayah yang sangat luas dan geografi yang sulit,” ungkap Wempi Wetipo, kepada wartawan di jayapura belum lama ini.

Selain faktor geografi, penyebaran penduduk yang lebih banyak di kampung-kampung yang sangat sulit di jangkau oleh pemerintah membuat layanan publik tidak berjalan maksimal hingga saat ini.

JWW – HMS bersama masyarakat adat Papua, maju sebagai calon pemimpin Negeri Cenderawasih, siap membangun dengan moto Papua Cerdas. (ISTIMEWA)

“Kalau angka buta aksara dan kemiskinan di Papua sangat tinggi karena jangkau pemerintah belum sampai ke wilayah terpencil,” tutur Wempi Wetipo.

Salah satu langkah untuk mempercepat proses pembangunan agar masyarakat dapat merasakan layanan publik secara baik yaitu dengan pemekaran mulai dari Kabupaten dan Provinsi, kata Wempi Wetipo.

Menurut Wempi Wetipo, berdasarkan data yang ada, untuk kabupaten kurang lebih ada 20 lebih usulan daerah pemekaran untuk Kabupaten dan provinsi, namun hingga kini usulan pemekaran tersebut belum terealisasi.

“Pemekaran Provinsi Papua tengah inikan satu paket dengan Papua barat, hanya Papua Barat sudah jalan, Papua tengah terhenti hingga saat ini, sedang Papua selatan sudah di  usulkan oleh masyarakat,” kata cagub nomor urut 2 ini.

Untuk pemekaran kabupaten yang sudah masuk di paripurna DPRP yaitu Kabupaten Gili Menawa, Kota Merauke, Kabupaten Boboga, Kabupaten Puncak Trikora, Kota Lembah Baliem, Kabupaten Yapen Barat Utara,  Kabupaten Pulau Numfor dan Kabupaten Yalimek.

Lanjut Wempi Wetipo, dalam visi dan misi terdapat program pokok pembangunan meliputi Papua Pintar, Papua Sehat, Papua Pendapatan Pasti, Papua Infrastruktur, Papua Damai, Papua  Good and Clean Governance, Pemberdayaan Ruang Pemerintahan Distrik dan Papua Mekar.  Pendekatan pembangunan yang akan dilaksanakan oleh pasangan Josua dilakukan dengan dua pendekatan yakni pendekatan ruang atau wilayah dan pendekatan sektoral.

Salah satu langkah yang dilakukan untuk mempersiapkan proses pemekaran itu melalui pembangunan berbasis wilayah dimana Papua akan terbagi dalam lima wilayah claster pembangunan yaitu claster pembangunan Tabi, Lapago, Mepago, Ha Anim dan Saireri.

“Disetiap claster ini akan ada kantor perwakilan gubernur, dimana gubernur akan berkantor di setiap wilayah adat untuk mengontrol proses pembanguan di setiap wilayah tersebut,” ungkap.

Sementara itu calon wakil Gubernur Papua Dr.Habel Melkias Suwae, S.Sos.MM ketikan berdialog dengan warga ketika melakukan kunjungan kampanye di Meruake mengaku jika pemekaran daerah merupakan salah satu visi dan misi dirinya bersama calon gubernur Papua John Wempi Watipo.

Habel bahkan menyebut program pemekaran telah digaungkannya sejak pencaloanannya pada Pilkada 2012 lalu.

“Program ini saya sudah sampaikan saat saya maju pada pilkada gubernur 2012 lalu. Dan menurut saya kenapa tidak diperjuangkan, kalau ini adalah aspirasi masyarakat,” ucapnya.

Dua kandidat Gubernur Papua, Lukas Enembe – Klemen Tinal mendapatkan nomor 1 dan John Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae mendapatkan nomor 2 dalam pencabutan nomor urut di halaman KPU Papua, Rabu (21/2/2018). Bersepakat Laksanakan Kampanye Damai. (Rambat / Koran Harian Pagi Papua)

Dikatakannya, meski kewenangan pemekaran adalah milik pusat, namun sebagai pemerintah provinsi berkewajiban mendorong hal tersebut terealisasi.

“Jadi, saya pernah ngobrol sama anggota DPR -RI dapil Papua, Komurudin Watubun. Waktu itu dia katakan tidak ada moratorium atau pelarangan untuk pemekaran. Yang ada adalah evaluasi terhadap pemerkaran yang telah ada. Jadi provinsi berkewajiban mendorong pemekaran, jika ada yang kurang diperbaiki atau dilengkapi. Bukan sebaliknya,” pungkas HMS.

Adanya rencana pemekaran Provinsi Papua langsung mendapat tanggapan dari warga Papua selatan, salah satu toko Lembaga Masyarakat Adat (LMA), Geranus Mehuse mengaku apa yang menjadi visi misi JWW-HMS hal yang sedang di tunggu-tunggu warga Papua Selatan.

Salam Papua Cerdas, Ketua DPD PDI P Provinsi Papua, Edoardus Kaize, bersama John Wempi Wetipo.. (istimewa)

“Kami sudah cerdas, kami hanya mau memilih pemimpin yang mau memperhatian rakyat . Kalau niat mereka (JWW-HMS) untuk pemekaran Papua Selatan, 100 persen rakyat Papua Selatan mendukung mereka,” tugas Geranus.

Masyarakat wilayah selatan Papua ini sudah lama menunggu adanya pemekaran provinsi ini., karena melalui pemekaran provinsi Papua Selatan, pembangunan di Papua selatan dapat merata dengan daerah lain di Papua.

“akan bisa membuka lapangan pekerjaan dan akan ada pejabat pemerintah dari Merauke, karena selama ini tidak ada orang dari Merauke yang menjadi pejabat di pemerintah provinsi Papua, tandasanya,” tutur Geranus. (Tim Josua)