Viral di Medsos, Tiga Pelaku Penganiayaan di BTN Purwodadi Dicokok

0
418
Ilustrasi salah satu Pelaku Kejahatan Ditangkap. AKBP Victor Dean Mackbon, juga menjelaskan, bahwa motif dari penganiyaan itu adalah ketersinggungan terhadap para korban, yang pada saat aadi TKP hendak mengantar barang dan menanyakan alamat rumah dari seorang pembeli barang. (Irfan/HP)
Tim Gabungan Opsnal Cycloop Polres Jayapura di back up oleh Satgassus Polda Papua berhasil menangkap tiga pelaku penganiayaan terhadap dua orang kurir yang viral di Media Sosial (MedSos). (Irfan/HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  – Tim Gabungan Opsnal Cycloop Polres Jayapura di back up oleh Satgassus Polda Papua berhasil menangkap tiga pelaku penganiayaan terhadap dua orang kurir yang viral di Media Sosial (MedSos) setelah diunggah oleh pemilik akun Facebook (fb) bernama Rambo Jamback ke salah satu grup fb, pada Rabu (7/3/2018) malam lalu.

Sebelumnya, dalam video berdurasi 1 menit 16 detik itu terlihat dua orang kurir yang sedang berboncengan sepeda motor berhenti untuk menanyakan sebuah alamat rumah kepada sekelompok warga yang berada di pinggir jalan. Namun tanpa alasan yang jelas kedua korban langsung dianiaya oleh sekelompok warga hingga kedua korban dikejar dengan alat tajam.

“Penangkapan terhadap tiga pelaku itu dilakukan setelah kami melakukan pemeriksaan saksi, serta melihat ulang video yang viral di media sosial tersebut,” demikian diungkapkan Kapolres Jayapura, AKBP Victro Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si, didampingi Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Suheriadi, S.H., S.IK., dan Kasubbag Humas Polres Jayapura, AKP Katharina Hineke, L. A., ketika menggelar press conference, di Ruang Cycloop Mapolres Jayapura, Kamis (8/3/2018) siang.

Kapolres Jayapura mengatakan, tiga pelaku itu masing-masing berinisial MS (18), AS (15) dan RP (19) ditangkap di BTN Purwodadi Sentani berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan juga bukti elektronik. Ini juga upaya mencegah, karena sudah banyak beredar di medsos (diunggah di facebook) yang akan mengarah pada tindakan persekusi.

Pelaku Kejahatan Ditangkap. AKBP Victor Dean Mackbon juga menjelaskan, bahwa motif dari penganiyaan itu adalah ketersinggungan terhadap para korban, yang pada saat di TKP hendak mengantar barang dan menanyakan alamat rumah dari seorang pembeli barang. (Irfan/HP)

“Karena satu orang dari tiga pelaku yang kita tangkap ini masih dibawah umur, maka kita akan melakukan penelitian dan segera mendapatkan petunjuk. Sehingga penanganannya secara khusus,” ujarnya.

Ditambahkan Kapolres Jayapura, dari hasil pemeriksaan terhadap tiga tersangka itu diketahui bahwa masih ada pelaku lain, sehingga masih dilakukan pengejaran.

“Dari hasil pemeriksaan berkembang kepada tiga tersangka lain, sehingga masih akan dilakukan pengejaran. Kita akan keluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO). Dari tiga orang yang DPO kemungkinan masih ada pelaku lain, karena dalam video yang viral itu memang banyak yang terlibat,” bebernya.

AKBP Victor Dean Mackbon juga menjelaskan, bahwa motif dari penganiyaan itu adalah ketersinggungan terhadap para korban, yang pada saat di TKP hendak mengantar barang dan menanyakan alamat rumah dari seorang pembeli barang. “Motifnya kelompok ini ditegur oleh kedua korban. Tapi, tidak terima, kemudian langsung mengeroyok,” paparnya.

“Untuk peran pelaku MS (18) ini adalah pelaku yang menendang bola kepada korban, sementara pelaku AS (15) dan RP (19) ini yang memukul dengan tangan dan juga besi,” sambung Kapolres.

Selain itu, Kapolres Victor juga mengungkapkan bahwa saat melakukan penganiyaan, para pelaku dalam keadaan sadar dan tidak dipengaruhi minuman keras (Miras).

“Para pelaku akan dikenakan pasal 170 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman kurang lebih 5 tahun 6 bulan penjara,” beber Kapolres Victor dengan nada tegas.

Untuk itu, Kapolres Victor mengimbau kepada para pelaku yang masih dalam tahap pengejaran, untuk segera menyerahkan diri kepada pihak Kepolisian Polres Jayapura.

“Kami imbau pelaku lain agar menyerahkan diri kepada pihak Kepolisian,” imbuhnya diakhir press conference. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here