Bincang – Bincang Bersama Kapolres Jayapura, AKBP Victor Mackbon 

0
31
Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si, (Lala/HPP)
Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si. (Lala/HPP)

‘Tak Pernah Bercita-cita menjadi Polisi, Kini Sudah Menjabat Dua kapolres ‘

 

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Muda, enerjik dan tegas, demikian sosok dari AKBP Victor Dean Mackbon, yang sudah sebulan ini diamanahkan Kapolda Papua untuk memimpin Polres Jayapura. 

 

Saat berbincang-bincang dengan Harian Pagi Papua di ruang kerjanya, Rabu (7/3/2018). Victor, begitu sapaan akrabnya, terlihat ramah dan luwes saat bercerita tentang pengalaman bertugas dan karir kepolisiannya.

 

Mengawali obrolan di Rabu siang itu, pria berdarah campuran Biak-Sunda ini mengaku tak pernah bercita-cita menjadi seorang perwira polisi. Victor yang terlahir dari orang tua yang berprofesi Pegawai Negeri Sipil (PNS)  justru ingin menjadi seorang insinyur, karena melihat figur dari sang ayah, HE Mackbon yang mengabdikan dirinya sebagai PNS.

“Jadi saya sama sekali nggak punya darah kepolisian, karena orang tua saya PNS. Ayah saya seorang dosen PNS di Unipa Manokwari  (dulu Faperta). Makanya saya dulunya ingin menjadi insinyur, ya cita-cita standar anak kecil lah,”ucapnya seraya tersenyum.

 

Seperti sebuah ungkapan bahwa masa depan adalah misteri yang tidak diketahui oleh manusia. Begitu juga dengan perjalanan hidup pria kelahiran Manokwari 13 Juni 1979 ini. Semua yang terjadi pada dirinya mengalir begitu saja, sama halnya dengan profesi polisi yang tidak pernah ada dibenaknya sebelumnya.

 

“Nah pada saat SMA saya lihat orang berseragam polisi, saya lihat kok nampak gagah dan berwibawa. Kemudian saya coba tes Akabri sekarang Akpol dan saya bersyukur saya lulus walaupun harus melewati proses yang sangat ketat,” terangnya.

 

Setelah menamatkan pendidikan Akpol pada 2001, Victor mendapatkan perintah untuk berdinas di Polda Sumatera Barat. Selama delapan tahun bertugas di tanah minang itu, kemudian Victor kembali mendapatkan promosi tugas di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si, (Lala/HPP)

Bertugas selama belasan tahun b di tanah rantau itu, membuat Victor matang sebagai seorang perwira hingga akhirnya ia dipercayakan menjabat Kapolres Mimika dan kini menjadi Kapolres Jayapura.

 

“Tentunya banyak pengalaman dan juga tantangan yang saya dapatkan dari penugasan saya di setiap tempat yang berbeda,” akunya.

 

Menurut Victor tantangan menjadi Kapolres Mimika dan Kapolres Jayapura tentunya ada perbedaan dari analisa dan evaluasi kamtibmas. Namun kata Victor, semua bisa berjalan dengan baik ketika menerapkan pola pendekatan kepada masyarakat.

 

“Pastinya saya ingin masyarakat selalu menganggap bahwa polisi adalah sahabat mereka. Makanya saya selalu berusaha hilangkan kesan kaku, tapi tetap sesuai SOP. Dan motto 3S (senyum, sapa, salam) itu selalu kita terapkan,” akunya yang telah memiliki istri dan satu orang anak ini.

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si., saat memberikan keterangan terkait kejahatan yang beredar di media sosial. (Irfan/HPP)

Sebagai pimpinan baru di Polres Jayapura, Victor juga berupaya  mengenal lebih dalam para anggota yang ada sehingga tugas yang diembannya berjalan lancar dan sukses karena dukungan semua jajarannya.

 

“Dalam memimpin Polres Jayapura saya akan meneruskan, dan melanjutkan kebijakan, serta program dari Kapolres sebelumnya. Pelayanan, dan pendekatan ke masyarakat juga akan kami tingkatkan. Saya juga akan intenskan asilaturahmi mendatangi tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta Pemerintah Daerah setempat yang merupakan mitra kerja kami,” katanya.

 

Sebelum mengakhiri perbincangan, Victor yang memiliki falsafah hidup ‘berdoa dan bekerja’ ini memotivasi para juniornya yang sedang meniti karier baik di kepolisian, militer atau di intitusi lainnya.

 

Ia berpesan, agar jangan pernah merasa takut ketika harus bertugas di daerah lain di luar Papua. Justru dengan berada di daerah lain, secara langsung akan membuka pemikiran, menambah wawasan, pengalaman dan tentunya menambah persaudaraan dengan lingkungan sosial yang ada.

 

“Kalau kita hanya berada di Papua saja, ya kita tidak akan tahu apa karakter masyarakat di daerah lain, bahkan negara lain. Dengan kita di tugaskan ke suatu daerah, berpindah lagi ke daerah lain, itu menambah pengalaman kita. Kita jadi tahu budaya ini, adat istiadat masyarakat seperti ini. Jadi, adik-adik saya tetap semangat ketika kalian di tugaskan ke daerah di luar Papua,” katanya. (Lea / Koran Harian Pagi Papua)