KPU Jayawijaya  Pastikan Data Coklit Rampung Minggu Ini

0
4
Ketua KPU Kabupaten Jayawijaya, Adi Wetipo, S.IP, Saat Memantau angsung Kerja Tenaga Pemutakhiran Data di Ruang Kerja Kantor KPU Jayawijaya. (Ema)
Ketua KPU Kabupaten Jayawijaya, Adi Wetipo, S.IP, Saat Memantau angsung Kerja Tenaga Pemutakhiran Data di Ruang Kerja Kantor KPU Jayawijaya. (Ema)

WAMENA (LINTAS  PAPUA ) – Ketua KPU Kabupaten Jayawijaya, Adi Wetipo, S.IP memastikan, data coklit  segera rampung direkap, dan selesai dalam minggu ini.

Hal tersebut ditegaskan Ketua KPU Jayawijaya, Selasa (6/3/2018) saat ditemui wartawan di Kantor KPU Kabupaten Jayawijaya.

Dijelaskan, untuk mempercepat perekapan pemutakhiran data coklit berikut penginputannya, KPU Jayawijaya telah menambah staf relawan, yang khusus bekerja merampungkan data coklit yang telah masuk dari 40 distrik.

Menurutnya, batas waktu pemutahiran data akan berakhir tanggal 10 Februari ini, untuk itu KPU Jayawijaya berupaya semaksimal mungkin melangkapi dan merekap semua data coklit yang sudah masuk dari 40 distrik yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Jayawijaya, Adi Wetipo, S.IP Dan Komisioner KPU Jayawijaya Divisi Sosialisasi dan SDM, Markus Way, SE, M.Si. dalam sebuah kegiatan sebelumnya. (Ema)

“Kita punya batas waktu sampai tanggal 10, sehingga kita ada rekrut tenaga penginput data, dengan tujuan agar penginputan data bisa cepat selesai,” kata KPU Jayawijaya.

Hingga hari terakhir, jelas Ketua KPU Jayawijaya, semua data coklit dari 40 distrik sudah masuk ke kantor KPU Jayawijaya, dan dalam waktu satu dua hari kedepan akan segera direkap.

Suasana Penyelenggara KPUD Jayawijaya saat memberikan keterangan pers di Kota Jayapura. (Fransisca /LintasPapua.com)

Dikatakan, data coklit yang sudah masuk akan langsung direkap, dan disusun untuk diinput kedalam aplikasi, selanjutnya akan dikirim langsung ke KPU pusat.

Untuk mengantisipasi penggandaan nama, Ketua KPU memastikan, bahwa pihak KPU terus berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jayawijaya, dengan maksud agar tidak terjadi lagi adanya penggandaan nama dalam penginputan. (ema/nn/ Koran Harian Pagi Papua)