Bupati Mathius Akui Kesenjangan  Infrastruktur Pendidikan di Papua jauh tertinggal dibanding di Jawa

126
Ilustrasi Anak - anak Papua pelajar SMP yang juga ikut Sekolah Wirausaha Anak Adat Papua Berpola Asrama di Kabupaten Jayapura. (Istimewa)
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., saat diwawancara. (Irfan)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, mengatakan infrastruktur pendidikan di Papua tingkat kesenjangannya cukup tinggi karena masih jauh tertinggal bila dibandingkan dengan infrastruktur pendidikan yang ada di Pulau Jawa.

“Kalau infrastruktur dibandingkan dengan di Jawa, tentu masih ada kesenjangan lah, karena biaya mahal untuk membangun suatu gedung. APBD kita juga terbatas, apalagi dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Papua bahwa bantuan Gerbang Mas Hasrat Papua itu hanya di beberapa kabupaten saja,” ujar Bupati Mathius kepada wartawan ketika menanggapi pernyataan Waket Komisi X DPR RI, Ferdiansyah ketika melakukan kunjungan kerja (Kunker), Selasa (6/3/2018) lalu.

“Nah, kita juga tidak dapat dari dana Otsus untuk itu, termasuk infrastruktur juga di kabupaten-kabupaten lain,” sambungnya.

Mathius juga mengatakan, dengan dana yang ada di Kabupaten Jayapura, pihaknya mencoba untuk bagaimana melihat mana yang strategis dikerjakan terlebih dahulu.

Ilustrasi Bupati Mathius Awoitauw, saat foto bersama Anak – anak Papua pelajar SMP yang juga ikut Sekolah Wirausaha Anak Adat Papua Berpola Asrama di Kabupaten Jayapura (Istimewa)

“Misalnya, guru yang kita coba penuhi jumlah guru dulu dengan kualitas yang baik. Saya pikir kita juga sudah beritahu dinas agar kepala-kepala sekolah juga dari tiga bulan sekali itu harus ada pertemuan-pertemuan untuk evaluasi dan upgrade kapasitas yang ada. Supaya terus diisi terutama mereka sebagai manajer di SD, SMP maupun di SMA itu harus punya kemampuan leadership (kepemimpinan) yang bagus untuk mengelola SDM di sekolah masing-masing,” imbuhnya.

Ilustrasi Anak – anak Papua pelajar SMP yang juga ikut Sekolah Wirausaha Anak Adat Papua Berpola Asrama di Kabupaten Jayapura. (Istimewa)

“Nah, hal-hal ini kedepan kita coba perbaiki manajemennya. Karena dari dasar yang kuat atau dasar yang baik itu kita bisa berharap (menghasilkan) sumberdaya manusia yang lebih baik, terutama juga dari dasar itu untuk pendidikan yang berkarakter,” pungkas Bupati Mathius. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)