Aliansi Pemuda Adat (ALPA) Kabupaten Jayapura , saat bertatap muka dengan Bupati Jayapura, ,Mathius Awoitauw. (Irfan /HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Aliansi Pemuda Adat (ALPA) Kabupaten Jayapura bertemu dengan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, Selasa (6/3/2018) di Ruang Bupati Jayapura, Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani.

Ketua ALPA Kabupaten Jayapura, Herman Oyaitouw mengatakan, kepada Bupati Jayapura terkait dengan keberadaan organisasi pemuda adat di Bumi Khenambay Umbay, yang tepat berusia satu tahun pada tanggal 7 April 2018 nanti itu akan membuat berbagai kegiatan yaitu Focus Group Discussion (FGD) dan lomba lari dengan melibatkan seluruh pemuda adat dari 9 Wilayah Adat.

“Kita datang temui pak Bupati hari ini (kemarin) untuk berdiskusi menyangkut satu tahun keberadaan ALPA di daerah ini. Pada tanggal 7 April 2018 nanti itu tepat satu tahun usai ALPA, yang akan kita isi dengan berbagai kegiatan dengan bobot yang bagus sesuai permintaan dari pak Bupati,” ujar Herman Oyaitouw kepada wartawan termasuk Harian Pagi Papua.

Aliansi Pemuda Adat (ALPA) Kabupaten Jayapura bertemu dengan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, Selasa (6/3/2018) di Ruang Bupati Jayapura. (Irfan /Koran Harian Pagi Papua)

Diantaranya, kegiatan FGD (Focus Group Discussion) serta lomba lari mulai start dari Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah dan finish di Stadion Papua Bangkit Mandiri, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur.

“Jadi, tanggal 6 April 2018 nanti kita akan buat kegiatan FGD. Setelah itu, tanggal 7 April kita akan isi dengan satu kegiatan saja yaitu lomba lari dari Gunung Merah (Kantor Bupati Jayapura) dan finish di Stadion Papua Bangkit Mandiri dengan melibatkan teman-teman pemuda dari 9 wilayah adat dan juga 19 distrik se-Kabupaten Jayapura,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Herman juga menyampaikan keinginan dari pihaknya untuk memiliki kantor sekretariat tersendiri.

 

“Kita juga sampaikan kepada pak bupati, untuk mempunyai sekretariat. Artinya, kalau selama ini ada teman-teman pemuda yang mendapatkan dana pembinaan. Tapi, dari eksisnya kita pemuda adat selama ini yang belum mendapat uang pembinaan, setidaknya kita juga yang sempat eksis itu mempunyai dana pembinaan. Hal itu yang kita sampaikan kepada pak Bupati, sehingga pak Bupati katakan nanti kita perkaya di acara FGD tersebut,” tuturnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)