Polisi Tangani Kasus Pelemparan Kaca Mobil Milik Cagub JWW

0
7

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Kasus pelemparan kaca mobil jenis Pajero Sport warna putih milik Calon Gubernur (Cagub) Provinsi Papua nomor urut 2, Jhon Wempi Wetipo (JWW) dengan nomor polisi DS 1187 AI yang terjadi, Selasa (6/3/2018) dinihari di Jalan Raya Kampung Netar, tepatnya di depan Gereja Barachiel, Kampung Netar, Kabupaten Jayapura, akhirnya berhasil diungkap oleh jajaran Polsek Sentani Timur dan menangkap pelaku berinisial AW (14).

 

 

Kejadian pelemparan kaca mobil yang dilakukan AW (14), bermula ketika mobil pajero sport putih DS 1187 AI milik Jhon Wempi Wetipo yang di kendarai Lemons Daniel Asso (25) melintas dari arah Waena menuju Sentani bersama rombongan massa yang berjumlah sekitar 20 orang.

 

 

Sesampainya rombongan di jalan raya Kampung Netar, tepatnya di depan Gereja Barachiel, Kampung Netar tiba-tiba ada yang melempar batu dan mengenai kaca mobil sebelah kiri hingga pecah.

 

Mengetahui mobilnya telah di lempar, kemudian pengemudi beserta rombongan mendatangi Mapolsek Sentani Timur guna melaporkan kejadian tersebut.

 

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si melalui Kapolsek Sentani Timur Iptu Lambertus L. Sattu, S.H., membenarkan kejadian tersebut.

 

 

“Saat mendapat laporan, kemudian anggota ke TKP dan saat di TKP anggota mendapati nama-nama yang di tulis di jalan raya memakai oli bekas. Sehingga anggota memintai keterangan warga sekitar, terkait nama-nama yang ditulis di jalan raya tersebut,” ujarnya.

 

 

Setelah melakukan penyelidikan serta dikuatkan keterangan para saksi, Kapolsek Lambertus berujar pihaknya mendapati bahwa kasus pelemparan tersebut dilakukan oleh pelaku AW (14), karena saat kejadian pelaku yang sedang duduk-duduk di pinggir jalan bersama dengan 5 orang lainnya.

 

 

Ditambahkan Kapolsek Lambertus, setelah diketahui identitas pelaku dan tadi sore (kemarin) sekitar pukul 17.00 WIT, diadakan pertemuan antara pihak pelaku didampingi orang tua dan keluarga dengan pihak korban.

 

 

“Jadi, dari pihak korban sudah tidak mempermasalahkan pelemparan tersebut dan masalah kaca mobil yang pecah akan di perbaiki sendiri. Kemudian untuk pelaku berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi, baik kepada siapapun yang tertuang pada surat pernyataan. Ya, perkara tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan atas kesepakatan bersama,” tandasnya. (*)