Berdayakan Pontensi Lokal, Pemkab Jayapura Kontrak 315 Tenaga Guru

0
8
ilustrasi Pejabat Kedutaan Besar Australia, Fleur Davies , saat foto bersama pelajar dan guru SD Kampung Harapan, Kamis (8/9/2016) (Eveerth Joumilena)
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., saat diwawancara. (Irfan)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Selama kurun waktu dua tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura telah mengontrak sebanyak 315 tenaga guru guna mengatasi persoalan kekurangan guru dan juga untuk memaksimalkan potensi lokal yang ada di sekolah-sekolah terutama di daerah terpencil.

 

Hal itu diakui Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si ketika ditanya wartawan untuk menanggapi pernyataan Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Ferdiansyah, usai melakukan kunjungan bersama rombongan Komisi X DPR-RI, di dua sekolah yakni SMKN 1 Hawaii-Sentani dan SD Kleublouw Sentani, Selasa ( 6/3/18) siang.

 

Dimana, dalam pernyataan Waket Komisi X DPR-RI itu mengharapkan agar Pemkab Jayapura dapat memaksimalkan potensi lokal di Kabupaten Jayapura.

“Tentunya 315 tenaga guru yang kami kontrak kurun waktu dua tahun ini sebagai upaya pemerintah dalam memaksimalkan potensi lokal yang ada di Kabupaten Jayapura. Dimana, hal ini untuk mengatasi kekurangan guru dengan apa yang kita miliki disini,” katanya.

Karena menurut Mathius, hanya pendidikan yang bisa menyelesaikan persoalan masa depan di Papua.

“Maka itu, kedepannya kita akan kembali melakukan perekrutan tenaga guru kontrak sebagai perhatian kami untuk dunia pendidikan di Kabupaten Jayapura,” cetusnya.

Disebutkan Bupati Mathius, pihaknya akan terus memberikan perhatian besar pada dunia pendidikan melalui dana Otsus melampaui ketentuan yang ada.

“Termasuk sistem menagemen pengelolaan dunia pendikan terutama data base, maupun standar pelayanan pendidikan. Baik ditingkat SD, SMP dan SMA-SMK se Kabupaten Jayapura,” bebernya.

Selain itu, Mathius juga menegaskan, PAUD juga perlu diberikan perhatian penuh oleh pemerintah, karena saat ini PAUD dikelola secara swadaya oleh masyarakat.

“Nah, ha-hal inilah kedepan akan coba kita perbaiki managemen nya. Sebab dari dasar yang kuat dan baik, itu bias melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik, terutama untuk pendidikan yang berkarakter,” terangnya.

Dikatakan Mathius, saat ini pihaknya juga sedang bicara dengan bagian pemberdayaan khususnya untuk muatan lokal.

Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.KP.,  dengan Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch dan CEO & National Director Wahana Visi Indonesia (WVI) Doseba Tua Sinay, ketika bersama-sama menggunting pita sebagai tanda meresmikan Perpustakaan di SD Inpres Komba, Kamis (1/3/2018) siang. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

“Dikarena disaat kita bicara tentang kampung adat dan kebangkitan masyarakat adat, ada muatan lokal yang berbasis kearifan yang belum diajarkan. Untuk itu, muatan lokal ini harus diajarkan disekolah dasar,”paparnya.

“Supaya SDM yang kita bangun ini benar-benar punya pengetahuan serta wawasan tentang kearifan dilikungan dimana ia berada,” tambahnya.

Saat ditanyakan terkait insfraktuktur pembangunan dunia pendidikan di Kabupaten Jayapura, kata Mathius bila pembangunan insfraktuktur pendidikan di Kabupaten Jayapura dibandingkan dengan di Jawa, tentu untuk  daerah ini masih ada kesenjangan.

“Karena biaya untuk membangun satu gedung disini sangat mahal dan APBD kita juga terbatas. Apalagi kan saat ini Kabupaten Jayapura tidak mendapatkan bantuan program Pemerintah Provinsi Papua (Gerbang Mas) sehingga, berpengaruh untuk insfraktuktur pembangunan dunia pendidikan disini,” ujarnya.

Ilustrasi Anak – Anak Sekolah di Kabupaten Jayapura. (LintasPapua.com)

Tetapi dengan dana yang ada di Kabupaten Jayapura, Sebut Mathius, pihaknya mencoba untuk melihat sesuatu yang strategis yang perlu dikerjakan lebih dulu.

“Misalnya guru. Kita coba penuhi guru dengan kualitas yang baik dan dinas terkait juga kita sudah beritahu. Begitupun dengan kepala- kepala sekolah agar melakukan pertemuan 3 bulan sekali agar dapat mengevaluasi kinerja guru demi perbaikan pelayanan dan peningkatan SDM,” ungkapnya.

Intinya kata Mathius, mereka yang menjadi guru ini harus mempunyai kemampuan leadersip yang bagus dalam mengelola SDM ditempat yang kerjanya masing-masing

“Sehingga pelayanan dan peningkatan SDM disemua tingkatan sekolah di Kabupaten Jayapura dapat kita wujudnyatakan,” tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)