Penyampaian Visi Misi Papua Cerdas Oleh JWW, Komitmen Bawa Perubahan untuk Masyarakat

0
16
John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae atau yang biasa disapa sebagai pasangan Josua, melangkah pasti berdiri diatas podium Ruang Rapat Paripurna Kantor DPR Papua, dalam penyampaian visi misi sebelumnya. (ISTIMEWA)
John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae atau yang biasa disapa sebagai pasangan Josua, melangkah pasti berdiri diatas podium Ruang Rapat Paripurna Kantor DPR Papua, (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Salam Papua Cerdas! Slogan itulah yang selalu menyertai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, periode 2018-2023, John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae atau yang biasa disapa sebagai pasangan Josua, melangkah pasti berdiri diatas podium Ruang Rapat Paripurna Kantor DPR Papua, untuk menyampaikan visi dan misinya dihadapan yang terhormat anggota dewan, Selasa (6 Maret 2018.

 

Pasang Josua menilai, sesuai dengan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia dan arah percepatan pembangunan nasional, serta kondisi faktual saat ini yang dilihatnya saat ini. Pasangan Josua mendengar, merasakan dan aspirasi yang ditangkap dari rakyat Papua, maka dengan menganalisa isu-isu strategis, pasangan Josua melakukan perubahan di Papua.

 

Untuk melakukan perubahan itu, pasangan yang diusung Partai PDI Perjuangan dan Gerindra ini memiliki roh yang akan menjiwai kehidupan seluruh masyarakat Papua dan memberi kekuatan yaitu semangat Papua Cerdas, damai dan berdikari.

 

Sebut saja, hingga 2017, Papua merupakan provinsi dengan  persentase penduduk miskin terbesar di Indonesia yaitu sebesar 27,62 %, sementara Indeks Kebahagiaan Papua mencapai 64,97 %, lebih rendah dari Indeks Kebahagiaan Indonesia yang mencapai 69,51 %. Angka Indeks Kebahagiaan Papua pun lebih rendah dari Indeks Kebahagiaan Papua Barat yang mencapai 71,27 %.

 

Walaupun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) papua dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, tapi jika dihitung sejak 2012-2016 merupakan nilai paling rendah dari seluruh provinsi di Indonesia. Pada 2016, IPM Papua hanya 58,05, bahkan lebih rendah dari Papua Barat yang mencapai 61,72 di tahun 2016. Sementara IPM nasional angkanya mencacpai 70,18

Ketua KPU Papua, Adam Arisoy dan Ketua Bawaslu Papua. Fegie Wattimewa ikut menyaksikan langsung dalam ruang DPR Papua. (ISTIMEWA /LINTASPAPUA.COM)

Untuk itu, jika keduanya terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pilihan rakyat, maka akan mewujudkan masyarakat Papua yang cerdas, damai dan berdikari dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.

 

Dengan memiliki akal budi yang luhur, pemerintah dan seluruh komponen masyarakat Papua, bersama  menciptakan suatu kondisi kehidupan yang aman, tenteram, rukun, dan tidak lagi bergantung kepada orang lain.

 

“Kami yakin masyarakat Papua telah mampu menjadi pelaku pembangunan, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, mampu melakukan kerjasama yang saling menguntungkan sehingga masyarakat Papua memiliki Pendapatan yang pasti dalam hidupnya,” kata John Wetipo didampingi Habel Suwae.

 

Keyakinan tersebut juga berlandaskan karena masyarakat Papua memiliki kematangan spiritual, sehingga harapan dan usaha dalam memenuhi kebutuhan dasarnya dapat terwujud dan berkelanjutan.

 

Sementara untuk melindungi hak dasar masyarakat Papua dan memperkokoh kebhinekaan dengan mengembangkan norma kehidupan beragama yang toleran, harmonis dan saling menghormati dengan didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila.

 

Hal lainnya dalam visi dan misi pasangan Josua yang akan membawa perubahan bagi masyarakat Papua adalah meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan berkualitas; Meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi; Membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur; Mengelola sumber daya alam yang berkualitas, lestari dan berkelanjutan; Membangun tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (Good and Clean Governance), serta efektif, demokratis dan terpercaya.

 

Visi pemerintahan Josua 2018-2023 mewujudkan masyarakat Papua yang cerdas, damai dan berdikari dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Ciri berdikari yang dipetakan oleh pasangan Josua memiliki 5 ciri pokok yakni Papua Pintar yakni dengan meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan berkualitas;Papua Damai yakni melindungi hak dasar masyarakat Papua dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, memperkokoh kebhinekaan dengan mengembangkan norma kehidupan beragama yang toleran, harmonis dan saling menghormati dengan didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila.

 

Lalu ciri Papua Sehat adalah dengan meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan berkualitas; kemudian untuk Papua Pendapatan Pastidengan cara meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, mengelola SDA yang berkualitas, lestari & berkelanjutan. Hal terakhir adalah Papua Infrastruktur yakni membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur

 

Dalam visi dan misi yang dibacakan pasangan Josua juga terdapat program pokok pembangunan meliputi Papua Pintar, Papua Sehat, Papua Pendapatan Pasti, Papua Infrastruktur, Papua Damai, Papua  Good and Clean Governance, Papua Mekar dan Pemberdayaan Ruang Pemerintahan Distrik.

 

 

 

Pendekatan  Pembangunan

 

Pendekatan pembangunan yang akan dilaksanakan oleh pasangan Josua dilakukan dengan dua pendekatan yakni pendekatan ruang atau wilayah dan pendekatan sektoral.

 

Pendekatan ruang atau wilayah adalah dengan membagi Papua dalam lima wilayah pembangunan berbasis 5 wilayah adat yakni Mamta, La Pago, Mee Pago, Ha Anim dan Saireri.

 

Pada wilayah pembangunan I, yakni yang meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sarmi dan Mamberamo Raya (Mamta). Potensi unggulan yang akan dikembangkan adalah aktivitas yang terkait dengan jasa pemerintahan, transportasi dasar, konsentrasi perhubungan udara, konsentrasi perhubungan laut, perdagangan dan pertanian dalam arti luas yang memberi peluang kepada semua penduduk, untuk berinteraksi dalam kehidupan sektor terkait dan menciptakan  keberpihakan , perlindungan dan pemberdayaan, atas hak-hak dasar penduduk asli Provinsi Papua.

 

Wilayah Pembangunan II  meliputi Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digul, Kabupaten Mappi, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Asmat (Ha Anim). Fokus perhatian pada wilayah ini adalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia Papua secara teratur dan pengembangan komoditas pertanian dan perairan unggulan sesuai potensi wilayah di tiap kabupaten dalam wilayah ini.

 

Sehubungan dengan itu, pembukaan isolasi geografi, isolasi informasi, isolasi ekonomi, antara daerah dalam wilayah ini masih diprioritaskan dan terintegrasi dengan Wilayah Pembangunan III dan Wilayah Pembangunan IV melalui Wilayah Pembangunan II Provinsi Papua.  Wilayah Pembangunan II ini akan berkembang sebagai suatu wilayah di Selatan Provinsi Papua dengan ciri khas tersendiri.  Setiap Kabupaten dalam Wilayah Pembangunan III ini mempunyai potensi yang akan menjadi keunggulan daerah di bidang ekonomi dan sosial budaya.

 

Wilayah Pembangunan (WP) III  meliputi Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Lani Jaya, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Nduga dan Kabupaten Pegunungan Bintang, Yahukimo, Kabupaten Puncak dan Kabupaten Puncak Jaya (La Pago).

 

Aktivitas utama di wilayah ini adalah meningkatkan  kemampuan  atau kapasitas  infrastruktur  dasar fisik, sosial budaya dan ekonomi antar ruang komunitas masyarakat (Kabupaten, Distrik dan kelompok komunitas masyarakat) dalam wilayah pembangunan III, serta percepatan peningkatan kualitas sumberdaya manusia secara utuh yang disesuaikan dengan lingkungan budaya setempat, serta dipadukan dengan kebutuhan interaksi sosial dengan wilayah pembangunan III dan IV serta dunia luar.

 

Sasaran pengembangan adalah mempertahankan peningkatan kinerja pemerintah (kabupaten, distrik dan kampung/kelurahan) untuk tetap fokus pada pemberdayaan setiap komunitas masyarakat, sehingga mampu dan percaya diri untuk memenuhi kebutuhan dasarnya secara mandiri.

 

Pengembangan setiap daerah kabupaten dan wilayah pembangunan III dibagi dan diimbangkan antara satu dengan lainnya, sesuai dengan potensi sumberdaya alam dan manusianya yang saling mengambil dan menyumbang manfaat dari output kegiatan pengembangan dalam suatu system siklus hidup yang teratur.

 

Wilayah Pembangunan IV mencakup Kabupaten Paniai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Dogiay, Kabupaten Nabire, dan Kabupaten Intan Jaya (Mee Pago). Titik fokus perhatian adalah pengembangan sumberdaya manusia secara strategis, pengelolaan sumberdaya alam secara terencana dengan tetap lestari untuk mensejahterakan penduduk setempat, daerah-daerah dalam wilayah Pembangunan IV Provinsi Papua dan seluruh wilayah Pembangunan di Provinsi Papua secara berkesinambungan dan teratur.

 

Beberapa ibukota Kabupaten dalam wilayah ini akan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi pertanian “spesifik lokal” yang dihubungkan dengan kesinambungan bahan pangan konsumsi lokal dan untuk industri kecil.

 

Perluasan infrastruktur dasar pemerintahan, fisik, social, budaya dan ekonomi masih terus  dipertahankan disamping penguatan kelembagaan masyarakat kampung dan organisasi pemerintah (Distrik dan Kabupaten), untuk melestarikan pengembangan perubahan yang terjadi sebagai akibat dari pembangunan lintas wilayah.

 

Wilayah Pembangunan V  meliputi Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Supiori, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Waropen (Saireri).  Prioritas pengembangan adalah jasa-jasa perhubungan laut dan udara antar daerah dalam wilayah sendiri dan lintas wilayah pembangunan di Provinsi Papua.  Jasa-jasa yang terkait dengan perdagangan, transportasi dan perhotelan di samping kelautan dan pengembangan peluang hidup penduduk.  (*)