HUT Kota Jayapura, 300 Pasangan Ikut Pencatatan Sipil Gratis

0
494

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Pemerintah Kota memberikan pencatatan sipil massal gratis kepada 300 pasangan  bagi warga kota Jayapura yang beragama Kristen, Katholik, Hindu, Budha, Gor Waringin, Sabtu (3/3/2018).

Kegiata ini dalam rangka HUT ke 108 Kota Jayapura tahun 2018, dengan jumlah 300 pasangan, usia tertua 74 (suami),70 (istri) kegiatan ini di awali dengan ibadah dan penyampaian firman disampaikan Oleh Pdt. Wasna Warma, S.Th. Untuk pernikahan massal pasangan Muslim, sebelumnya  sudah di gelar Kamis (1/3/2018),  dengan jumlah 85 pasangan, di gedung sian soor.

Ketua Panitia, Mariche Patinama  melaporkan, bahwa  kegiatan  pencatatan sipil pernikahan bagi warga Jayapura yang sudah melakukan pernikahan secara agama.

Wakil Wali Kota Jayapura , Ir. H. Rustan Saru, MM. menyampaikan Mohon maaf, karena walikota tidak bisa hadir dalam kegiatan ini, karena berada di Timika menerima donatur Freeport bagi Persipura. (Fransisca /LintasPapua.com)

“Kegiatan ini berdasarkan undang-undang RI tentang perkawinan, secara negara dan secara agama. Mengajak masyarakat tertib administrasi, dokumen pernikahan tentang perkawinan, tertib pencatatan dokumen negara di bawah hukum negara. seluruh dana bersumber dari DPA Bidang pencatatan sipil untuk di berikan gratis pada masyarakat khusus kota Jayapura secara gratis, dalam rangka ulang tahun kota Jayapura,” ujar Mariche Patinama

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura , Ir. H. Rustan Saru, MM. menyampaikan Mohon maaf, karena walikota tidak bisa hadir dalam kegiatan ini, karena berada di Timika menerima donatur Freeport bagi Persipura.

“Kita doakan supaya ada berkat buat persipura dan persipura menang,” tutur Rustan Saru, dalam sambutannya.

Dikatakan, bahwa  kegiatan dalam rangka HUT Kota Jayapura adalah bentuk melakukan pernikahan gratis, ini penting jangan di sia – siakan.

“Karena ada dasar perundang – undangan tentang pernikahan satu secara sah agama, yang kedua secara hukum sah, negara boleh menjamin hidup bernegara di Indonesia,” jelasnya.

Mantan Anggota DPR Papua ini menambahkan,  kalau Sudah sah di catatan sipil banyak keuntungannya, bisa mempunyai Kartu keluarga.

“Kalau Sudah sah waris juga mencatat, karena  ini gratis dan di lakukan setahun sekali, maka pemerintah mendorong tokoh masyarakat juga terlibat dalam kegiatan ini. Pemerintah mengharapkan lebih banyak lagi bagi yg pernikahan belum tercatat di catatan sipil,” ungkapnya.

Pasangan tertua dalam nikah masal ini, Thomas  (74) istri penina Fakdawer(70), keduanya mengakui, keduanya telah menikah sejak tahun 1965, kini memiliki anak 4, cucu 24, cicit 6.

“Kenapa kami baru mencatatkan pernikahan kami di pencatatan sipil, karena tidak punya uang untuk daftar ke pencatatan sipil, selain itu seluruh dana untuk menyekolahkan 4 anak saya” tutupnya.

Kegiatan ini mendapat antusias dari masyarakat yang juga dari keluarga yang datang melihat prosesi pencatatan sipil tersebut. (Fransisca/LintasPapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here