Harga Ikan Mahal Menyebabkan Inflasi di Papua

0
348
Kepala BPS Papua, Simon Sapari. (Erwin /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, menyampaikan berita resmi statistik, dikantor BPS Jayapura, mengenai perkembangan indeks harga komsumen/inflasi kota Jayapura, merauke dan nilai tukar petani provinsi Papua di bulan Februari 2018, serta perkembangan Transportasi provinsi Papua bulan Januari 2018, Kamis(1/3/2018)

Kepala BPS Provinsi Papua, Simon Sapary mengungkapkan Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Kota Jayapura dan Merauke Bulan Februari 2018

“Kota Jayapura menempati urutan kesatu ditingkat nasional dan di tingkat Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua), sedangkan Merauke menempati urutan kedua di tingkat nasional dan tingkat Sulampua. Inflasi tahun kalender di Kota Jayapura pada bukan Februari 2018 sebesar -0,08 persen dan inflasi year on year ( Februari 2018 terhadap Februari 2017) sebesar 3,00 persen inflasi tahun kalender Merauke di bulan Februari 2018 sebesar 1,76 dan inflasi year on year (Februari 2018 terhadap Februari 2017) sebesar 1,57 persen.” Jelasnya

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik Distribusi, Bambang Wahyu Ponco Aji, SSt,M.Si menjabarkan Nilai tukar petani provinsi Papua Februari 2018, kondisi alam yang membuat harga ikan konsumsi harian mengalami kenaikan harga, bahkan tergolong mahal

Dikatakan, bahwa bulan Februari 2018, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Papua turun 0,31 persen dengan indeks NTP sebesar 92,26. NTP Subsektor Tanaman Pangan 85,98; NTP Subsektor Holtikultura 90,64; NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat 100,36; NTP Subsektor Peternakan 98,45 dan NTP Perikanan 98,50. Lebih lanjut, NTP subsektor Perikanan dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap 103,91 dan NTP Perikanan.

“Inflasi Pedesaan Papua Februari 2018 tercatat mengalami  deflasi -0,01 persen. Secara nasional, tercatat 25 provinsi mengalami inflasi  Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di Papua Februari 2018 tercatat turun sebesar 0,35 persen.” ungkapnya.

Sementara itu, terkait perkembangan transportasi, Kepala BPS Provinsi Papua, Simon Sapary menjelaskan, perkembangan Transportasi provinsi Papua bulan Januari 2018.

“Jumlah penumpang yang berangkat menggunakan angkutan laut pada Januari 2018 mengalami penurunan
sebesar 50,94 persen, yaitu dari 25.922 orang pada Desember 2017 menjadi 12.717 orang.Jumlah penumpang yang datang dengan angkutan laut pada Januari 2018 mengalami peningkatan sebesar 42,92 persen, yaitu dari 12.680 orang pada Desember 2017 menjadi 18.122 orang.

Lanjutnya,  bahwa volume barang yang dimuat pada Januari 2018 tercatat sebesar 25.608 ton atau meningkat 27,78 persen dibanding volumenya pada Desember 2017 yang sebesar 20.040 ton. Volume barang yang dibongkar pada Januari 2018 tercatat sebesar 106.364 ton atau menurun 10 persen dibandingkan volumenya pada Desember 2017 yang sebesar 118.184 ton. (Fransisca /LintasPapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here