Gevin Engelberth Simopiaref Gabung Timnas U – 16

0
1736
Gevin Simopiaref merasa senang dirinya bisa dipanggil masuk Timnas U-16 tahun persiapan Piala AFF U-16 yang akan beralangsung di Jepang bulan Juni 2018. (ISTIMEWA)
Gevin Simopiaref merasa senang dirinya bisa dipanggil masuk Timnas U-16 tahun persiapan Piala AFF U-16 yang akan beralangsung di Jepang bulan Juni 2018. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Gevin Engelberth Simopiaref merasa senang dan bersyukur atas apa yang telah diimpikannya sejak kecil.  Bakat muda pemain kelahiran Timika 24 Januari 2003 yang sedang mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kristen 1 Salatiga.

Gevin Simopiaref merasa senang dirinya bisa dipanggil masuk Timnas U-16 tahun persiapan Piala AFF U-16 yang akan beralangsung di Jepang bulan Juni 2018. Anak dari pasangan suami istri Gerard Simopiaref dan Ibu Oktovina Payawa ini mempunyai bakat sepakbola yang sangat luar biasa.

“Saya merasa bersyukur kepada Tuhan atas apa yang sudah diberikan kepada saya. Sangat senang luar biasa karena ini sudah menjadi impian saya dari dulu, akhirnya tinggal berapa tahap lagi langsung keinginan itu tercapai,” ujar Gevin Engelberth Simopiaref, dikonfirmasi  Jumat, (02/03/2018).

 

Pemain kelahiran Timika 24 Januari 2003  ini, menuturkan, bahwa pemain yang bisa beroperasi dibek kanan ini rupanya memiliki kemampuan yang sangat luar biasa, dia bukan hanya saja bermain pada satu posisi tetapi bisa beroperasi disemua posisi.

“Saya bisa bermain disemua posisi, memang selalu bermain di bek kanan, namun bukan terpaku pada satu posisi tetapi disemua lini,” ujar siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kristen 1 Salatiga itu.

Dirinya menjelaskan, dari awalnya dia mengikuti seleksi yang diselenggarakan di Yogyakarta, dari 200 orang anak yang mengkuti seleksi tersebut hanya 11 orang saja yang lolos termasuk dirinya. Memang kita harus bersaing hingga akhirnya bisa dipanggil oleh pelatih Nugroho Adianto.

Disinggung terkait dengan apakah tidak terganggu dengan sekolahnya ia mengaku akan ada surat pemanggilan dan dispensasi yang nanti diserahkan ke sekolah. “Saya tidak merasa terganggu sekolah aman-aman saja saat ini, karena kita akan dipanggil ke Jakarta 2 Juni, jadi sementara masih menjalani proses belajar dengan baik,” tutupnya. (Geis Muguri  / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here