Wabup Giri buka Workshop Kebhinekaan di GSG Thabita

0
94
Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro membuka secara kegiatan Workshop Sehari yang bertemakan, “Kebhinekaan”, dengan Sub Tema, Merawat Kebhinekaan Menuju Jayapura Baru. (Irfan /
Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro membuka secara kegiatan Workshop Sehari yang bertemakan, “Kebhinekaan”, dengan Sub Tema, Merawat Kebhinekaan Menuju Jayapura Baru. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro membuka secara kegiatan Workshop Sehari yang bertemakan, “Kebhinekaan”, dengan Sub Tema, Merawat Kebhinekaan Menuju Jayapura Baru.

Workshop Kebhinekaan tersebut, diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Teritorial (DPT) Angkatan Muda Pemersatu Rakyat (Ampera) Kabupaten Jayapura, berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Wanita-Thabita, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (28/2/2018) pagi. Juga dihadiri seluruh organisasi kepemudaaan dan unsur Forkompimda Kabupaten Jayapura.

“Kita telah canangkan Kabupaten Jayapura ini sebgai daerah zona integritas kerukunan umat beragama. Jadi, hal ini yang harus menjadi dasar bagi generasi muda untuk terus menjaga dan juga merawat kerukunan dalam Kebhinekaan di setiap aktivitas yang akan kita lakukan,” tutur Wakil Bupati (Wabup) Jayapura Giri Wijayantoro dalam sambutannya, pada pembukaan Workshop Sehari Bertemakan Kebhinekaan, Rabu (28/22018) siang.

Dilanjutkan Wabup Giri, degradasi moral ini yang harus diangkat oleh generasi muda saat ini. “Kita tetap hidup dan menjaga nilai-nilai kerukunan kita secara bersama dalam Kebhinekaan tanpa membeda-bedakan suku, agama dan juga ras,” kata pria yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Jayapura ini.

“Memang jiwa kita adalah jiwa nasionalis, dan jiwa yang merdeka. Jadi, salam kita itu salam ‘Merdeka’ yang merupakan salam Nasional. Sehingga kita harus pahamai itu. Jadi, kita harus bangkitkan degradasi moral secara nasional tersebut, agar tidak mengalami terdegradasi berkepanjangan. Nah, nasionalisme itu harus betul-betul ada sebagai ciri khas bangsa, yang tidak mempersoalkan perbedaan agama maupun suku dan ras,” sambung Giri.

Dikatakan Wabup Giri, keberadaan komponen pemuda maupun generasi muda saat ini tidak boleh menjadi beban bagi siapa saja. Tapi, harus menjadi pelopor dan juga pelaku utama di setiap kegiatan maupun aktivitas umum lainnya.

“Jadi, kita tidak boleh terus-menerus berpangku tangan kemudian mengharapkan sesuatu yang lebih baik tanpa berusaha. Dikarenakan daerah ini tidak seperti waktu-waktu yang lalu. Pembangunan juga terus berjalan dan banyak orang yang keluar maupun masuk dari sini. Sehingga pemuda harus lebih giat dan terus maju dalam menghadapi setiap tantangan yang akan datang,” harapnya menegaskan. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)