Seluruh Fasilitas Disekitar Kawasan Bandara Sentani Akan Direlokasi

0
16
Ketua Tim Penataan Kawasan Bandara Internasional Sentani, Ir. Hengky Jokhu, saat diwawancara. (Irfan/HPP)
Ketua Tim Penataan Kawasan Bandara Internasional Sentani, Ir. Hengky Jokhu, saat diwawancara. (Irfan/HPP)

Untuk Rencana Pengembangan Bandara Sentani Menuju Bandara Internasional

SETANI (LINTAS  PAPUA) – Rencana pengembangan Bandar Udara (Bandara) Internasional Sentani baik perpanjangan runway maupun pembangunan apron itu akan memaksa sejumlah bangunan yang berada di sekitar kawasan bandara harus direlokasi ketempat yang sudah disediakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura dan juga pihak Bandara Sentani.

 

Bangunan yang akan direlokasi adalah Kantor Pemadam Kebakaran, Kantor Karantina, Polsek KP3 Bandara Sentani, terminal cargo, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), Kantor Air Nav termasuk tower dan perumahan Kepala Bandara dan akses jalan menuju SD Negeri 1 Yabaso, SMPN 1 Sentani dan Puskesmas Sentani.

 

Demikian diakui Ketua Tim Penataan Kawasan Bandara Internasional Sentani, Hengky Jokhu usai mengikuti pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama pihak Bandara Sentani dan masyarakat adat pemilik hak ulayat, terkait rencana revitalisasi Bandara Sentani, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (27/2/2018) siang.

Hengky menyebutkan, fasilitas yang harus direlokasi dari dalam kawasan bandara yaitu Kantor Pemadam Kebakaran, Kantor Karantina, Polsek KP3 Bandara, terminal cargo, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU)  Kantor Air Nav termasuk tower dan perumahan KaBandara dan akses jalan menuju SD Negri Yabaso akan digeser sehingga sejajar dengan Epron.
“Dan tentunya rencana pembenahan ini sudah didukung oleh semua pihak baik Pemerintah Povinsi (Pemprov) Papua, Kabupaten Jayapura serta masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat,” akunya.

Hengky mengatakan, untuk tanah bandara yang bersertifikat akan diganti-rugi sesaui standar pemerintah, sehingga nanti masyarakat tidak bisa sembarang menetapkan harga tanah.

Bandara Internasional Sentani. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

“Nah dalam pembenahan bandara, kita juga menggunakan dasar atau landasan hukum Perpres nomor 6 tahun 2016. Sehingga, tidak ada satu orangpun yang bisa menolak rencana besar ini,”ujarnya
Namun kata Hengky, untuk masyarakat adat Kampung Ifar Besar, Sereh dan Yobe telah menyiapkan dan merelakan lahan mereka untuk dimanfaatkan dalam pembanahan Bandara Sentani.

“Oleh karena itu, lahan sekitar 3 hektar ini sudah kita sipakan untuk relokasi bangunan pemerintah seperti, SMPN I Sentani, Puskesmas Sentani, SD Yabaso dan Mes AURI dan rencananya akan kita bangun ditahun ini juga ,”bebernya.

Saat ditanyakan terkait tujuan dari pembenahan secara besar-besaran kawasan Bandara Sentani, kata Hengky untuk mewujudkan nama bandara Sentani yang kini sudah bertaraf internasional.

“Selain itu, pembenahan ini kita lakukan untuk menyambut PON ke-XX pada 2020 nanti serta betul-betul menjadikan Kota Sentani sebagai wajah atau etalase ibu kota Kabupaten Jayapura terlebih papua itu sendiri,”sebutnya.

Hengky menambahkan, kawasan Bandara Sentani juga harus memiliki akses yang terhubung dengan kabupaten lainnya.

“Baik itu dengan Kabupaten Sarmi maupun Kabupaten Kerom, harus memiliki penyebrangan melalui Danau Sentani. Supaya dapat memberikan dampak terutama dalam percepatan pembangunan di Kabupaten Jayapura dan sekitarnya,”harapnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)