Operator Kompetisi Liga I Kam Atur Baik Sudah, Persipura  Tak Akan  Memulai Liga 1 2018, Kecuali ???

0
47
Lapangan Mandala sebagai home base Persipura. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)
Sekretaris Umum Persipura, Rocky Bebena, saat diwawancara. (Geis Muguri))

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Persipura Jayapura akhirnya gerah juga dengan janji –  janji manis dari operator kompetisi Liga I, PT. Liga Indonesia Baru (LIB).

 

Sekretaris Umum Persipura Jayapura,  Rocky Bebena menyatakan, janji tinggal janji tidak ada buktinya. “Kami masih menunggu janji operator liga terkait subsidi klub pada musim lalu,” tegas Rocky kepada wartawan di Jayapura, Senin (26/2/2018).

Rocky mengaku, PSSI pun memastikan, tak akan memulai Liga 1 2018 sebelum permasalahan uang subsidi yang menjadi hak klub dibayarkan oleh operator, PT LIB. Namun, sebelum kompetisi dimulai, sangat perlu dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan klub, sehingga bisa dibicarakan berbagai hal terkait, seperti kontribusi dari operator kompetisi kepada setiap
klub.

“Kami manajemen Persipura sangat berharap sebelum kick off kompetisi bergulir diadakan dulu RUPS, di RUPS kita bisa bicarakan berbagai hal  terkait dengan kompetisi liga 1 2018,”ujarnya.

Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano saat berbincang dengan Pelatih Persipura, Peter Butler, di Stadion Mandala Jumat (26/01/2018) kemarin. Geis Muguri / Koran Harian Pagi Papua

Rocky juga sangat mengapresiasi panitia piala Presiden 2018. Dimana, panitia sangat transparan terkait dengan sponsor maupun hadiah kepada klub juara. Hal  inilah yang sangat diinginkan oleh klub kepada operator liga. “Kami harap subsidi klub tahun lalu bisa segera dilunasi,” tegasnya.

Rocky menambahkan, tidak logis jika beralasan sponsor belum membayar kepada operator liga. Sebab, klub tidak punya urusan dengan sponsor.

 

“Klub tidak punya urusan dengan asalan dari PT BLI bahwa sponsor belum bayar, pada prinsipnya, kita tidak punya urusan dengan pihak sponsor,  urusan klub hanya dengan operator kompetisi. Sebab, tidak logis kalau sponsor dilibatkan dalam tunggakan subsudi klub ini,” tegasnya lagi.

Ilustrasi suasana Persipura saat bermain di Lapangan Mandala, saat melawan Bali United, dengan kemenangan 3 – 1. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

Rocky mengapresiasi PSSI yang sudah memastikan, jika tak akan memulai Liga 1 2018 sebelum permasalahan uang subsidi yang menjadi hak klub dibayarkan oleh operator, PT LIB. “Terima kasih kepada PSSI yang sudah berikan penegasan kepada operator kompetisi, sebab, Persipura tidak ikut piala Presiden itu adalah bentuk ketidakpuasan Persipura kepada operator kompetisi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan,  PSSI dan operator liga soal pengelolaan kompetisi yang baik dan profesional kedepan. Sebab, keinginan tata kelola sepak bola yang baik yang diingingkan oleh Presiden Joko Widodo itu yang diterjemahkan baik, jangan disalahtafsirkan, seakan – akan slogan saja, sementara model pengelolaannya tidak profesional.Lanjutnya, operator kompetisi harus banyak dibenahi, sebab kita lebih nyaman ikut kompetsi AFC, karena dari sisi regulasi sangat jelas, setiap pertandingan subsudi diselesaikan tepat waktu,” ucapnya. (Geis Muguri  / Koran Harian Pagi Papua)