11 Adegan Penyiksaan Dilakukan Ibu Kandung Clarita

0
507
Ilustrasi Hentikan Kekerasan Terhadap Anak (http://www.sehatcenter.com)
Ilustrasi Hentikan Kekerasan Terhadap Anak (http://www.sehatcenter.com)

WAMENA (LINTAS PAPUA)  –  Ibu Kandung Clarita, Rolina, Senin (26/2/2018) telah melakukan rekonstruksi penyiksaan yang dilakukannya kepada anak kandungnya Clarita hingga meninggal dunia.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba, SE.M.Si melalui Kasat Reskrim Polres jayawijaya AKP, Jeffri P Tambunan SIK  menjelaskan, rekonstruksi yang dilakukan  Reskrim Polres Jayawijaya, guna melengkapi berkas penyelidikan terhadap kasus kekerasan terhadap  Clarita yang berujung meninggal dunia.

“Ini merupakan data terakhir, yang perlu dilengkapi agar kasus ini segera dilimpahkan kepada Kejaksaan,” ungkapnya.

Menurut Kasat Reskrim, dalam rekonstruksi ada 11 adegan yang diperankan langsung oleh pelaku, dalam hal ini ibu kandung Clarita, yang diawali sejak bulan Oktober 2017 hingga kepada korban Clarita meninggal dunia dan semuanya dilakukan di halaman dan dalam rumah korban.

Dikatakannya, banyaknya  adegan yang dilakukan dalam rekonstruksi, dikarenakan adanya penyiksaan yang dilakukan ibu kandung korban sejak bulan Oktober tahun lalu, sehingga pihaknya harus melakukan 11 adegan guna memastikan bahwa memang telah dilakukan penyiksaan terhadap Clarita oleh ibu kandungnnya sendiri.

“Penyidik harus melengkapi berkas perkaranya yang tinggal dilengkapi berkas rekonstruksi ini dan dalam waktu dekat kepolisian akan melimpahkan berkas tersebut kepada kejaksaan, untuk ditindak lanjuti dalam persidangan,” kata Kasat Reskrim Polres Jayawijaya.

Kuasa hukum Rolina, Dujan Kogoya, SH menjelaskan, sesuai aturan, pelaku  tetap akan dituntut 15 tahun penjara ditambah 1/3 tahun, dengan demikian ancaman penjara untuk Lorina dipastikan bisa 20 tahun.

“Untuk pendampingan, tetap dilakukan sampai ke pengadilan,” kata Dujan.(ema/vin/nn/Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here