Jangan Ada Korban, KPU RI Harap Pilkada Papua 2018 Berjalan Damai

150
Dua Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua bersama Ketua KPU Papua, pada  Deklarasi Kampanye Damai Pilgub Dan Pilbup di Tujuh Kabupaten, yang berlangsung  di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Sabtu pekan lalu. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)
Dua Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua bersama Ketua KPU Papua, pada  Deklarasi Kampanye Damai Pilgub Dan Pilbup di Tujuh Kabupaten, yang berlangsung  di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Sabtu pekan lalu. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengharapkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) gubernur dan wakil gubernur serta tujuh kabupaten di bumi cenderawasih, tak sampai “berdarah-darah” atau jatuh korban jiwa sebagaimana yang pernah terjadi pada tahun lalu.

Komisioner KPU RI,  Evi Novida Ginting berharap deklarasi kampanye damai yang sudah ditandatangani oleh seluruh paslon, tak hanya menjadi sebuah slogan semata. Tetapi dapat benar-benar dijalankan oleh paslon, tim kampanye, partai politik serta masyarakat pendukung.

“Intinya pendukung paslon gubernur dan wakil gubernur serta bupati dan wakil bupati, harus benar-benar memastikan kampanye kita berjalan damai. Kampanye kita juga harus tanpa kekerasan serta tak ada konflik”.

“Sebab kami KPU RI tidak ingin dengar ada konflik (berdarah) yang terjadi dalam setiap tahapan maupun proses Pilkada di bumi cenderawasih. Sehingga momentum deklarasi damai ini sekiranya bisa ditanamkan di dalam hati kita semua,” ajak Evi,  pada deklarasi kampanye damai Pilgub dan Pilbup tujuh kabupaten, di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Sabtu akhir pekan lalu.

Dia mengajak, seluruh pendukung agar menjauhi kekerasan dalam masa kampanye. Serta saling menghormati dan santun sekaligus mengedepankan kampanye dialogis.

“Sebab dengan mengelar dialog antara tim kampanye maupun kandidat dengan masyarakat pemilih, dipandang lebih maksimal dalam mencari simpati masyarakat,” pesannya.

“Dengan kampanye dialogis juga visi dan misi yang sudah dibuat paslon dapat dimengerti dengan baik oleh rakyat. Sehingga nantinya akan memilih bukan karena nomor, tapi karena program kerja yang ditawarkan untuk Papua kedepan,” harap dia.

Senada disampaikan, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Fritz Edward Siregar. Dia mengingatkan,  agar pesta demokrasi di Papua jangan sampai menimbulkan duka.  “Sehingga menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga kemurnian dari pesta demokrasi yang akan berjalan diatas negeri ini,” imbaunya.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Harjono mengingatkan, seluruh paslon yang telah menandatangani deklarasi kampanye damai wajib memegang teguh janjinya. Dengan demikian paslon wajib mengingatkan, mengontrol serta melakukan upaya hukum bukan hanya saat kampanye, tetapi pada hari pemungutan suara.

Ketua KPU Papua, Adam Arisoy, saat membawakan sambutannya. (Fransisca/LintasPapua.com)

“Sebab ini menjadi komitman dan keharusan yang wajib dijalankan paslon yang sudah menandatangani deklarasi itu,” tuturnya.

Sementara itu, deklarasi kampanye damai oleh paslon gubernur dan wakil gubernur, serta tujuh bupati dan wakil bupati 2018, mengambil titik kumpul di Buper Waena Jayapura. Selanjutnya seluruh paslon berkumpul di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, untuk menandatangani deklarasi damai.

Ketua KPU Papua,  Adam  Arisoy,  pada kesempatan itu mengingatkan, seluruh paslon untuk mengambil hikmah dari pelaksanaan pilkada 2015-2017 yang memuncukan konflik hingga korban jiwa. “Saya harap seluruh pasangan calon mengambil pelajaran dari kejadian tersebut, agar tidak terjadi koflik lagi pada Pilkada 2018,” imbaunya. (Erwin  / Koran Harian Pagi Papua)