Adam Arisoy Pastikan Pencopotan Ketua KPU Puncak Tak Pengaruhi Pilkada

0
157
Ketua KPU Papua, Adam Arisoy, saat memberikan keterangan pers. (Erwin)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemberhentian Menase Wandik dari jabatannya sebagai Ketua KPU Puncak dalam putusan DKPP dalam sidang di Jakarta pada Kamis (22/2), dipastikan tidak akan mempengaruhi Pilkada di Kabupaten Puncak.

Ketua KPU Papua, Adam Arisoy mengaku jika Menase Wandik dalam amar putusan DKPP diberikan peringatan keras dan diberhentikan tetap dari jabatannya sebagai Ketua KPU Puncak.

“Ya, Menase Wandik diberhentikan dari Ketua KPU Puncak dan menjadi anggota biasa,” kata Adam Arisoy usai Deklarasi Pilkada Damai di halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Sabtu (24/2).

Untuk itu, Adam Arisoy memastikan bahwa pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Puncak, tidak akan berpengaruh, meski Ketua KPU Puncak diberhentikan dari jabatannya dan menjadi anggota biasa.

“ya, dia hanya diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua KPU, tapi tetap menjadi anggota biasa. Itu tidak ada masalah,” tegasnya.

Bahkan, lanjut Adam Arisoy, KPU Puncak bisa melakukan rapat pleno untuk mengangkat Ketua KPU Puncak yang baru.

“Mereka bisa rapat pleno untuk memilih Ketua KPU Puncak yang baru. Jadi, tidak ada masalah,” jelasnya.

Pilkada di Kabupaten Puncak ini, diikuti satu pasangan calon saja melawan kotak kosong, yakni calon petahana Willem Wandik berpasangan dengan wakilnya, Alus Murib.

Dalam Pilkada serentak di Papua tahun 2018, akan diikuti sebanyak 78 orang calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, diantaranya 2 pasangan calon gubernur dan 37 pasangan calon bupati.

Bahkan, ke 78 orang calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang ikut pesta demokrasi ini, sudah menyatakan dan sepakat untuk Pilkada damai di Papua. (bat/ab/Koran Harian Pagi Papua)