Suasana Pasar Pharaa Sentani (Foto Engel Wally Facebook)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, mengagendakan secara khusus untuk melaksanakan penertiban pembangunan yang dinilai liar atau bangunan tambahan tanpa ijin yang ada di dalam area Pasar Pharaa Sentani, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Demikian ditegaskan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan sejumlah pedagang Pasar Pharaa, di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (23/2/2018) sore.

“Kan sudah ada surat edaran penertiban yang telah beredar, sehingga bangunan-bangunan tambahan (liar) itu yang harus kita tertibkan dalam waktu dekat. Jadi, mereka (pedagang) mengadu bahwa ada (oknum) yang mengatur tentang adanya bangunan tambahan, ya saya bilang itu kalian punya urusan dengan oknum dorang (mereka),” ujar Bupati Mathius.

Dijelaskan, penertiban tersebut juga dilakukan. Sebab, pemerintah daerah sudah tegaskan dari awal bahwa Pasar Pharaa dibangun seperti ini dan juga diatur seperti ini, lapak untuk penjual buah-buahan, lapak penjual sayur dan penjual ikan serta penjual pakaian diatur penempatannya, selanjutnya dibagian bawah akan ditempati oleh pedagang jenis apa.

“Nah, kenapa kamorang atur lain. Kayaknya para pedagang yang ada hadir dalam pertemuan ini yang punya bangunan tambahan tersebut. Nanti bisa tanya langsung ke pedagang dorang, siapa yang mengajak mereka untuk menambah bangunan di dalam area Pasar Pharaa,” jelasnya.

Suasana Pasar Pharaa Sentani (Foto Engel Wally Facebook)

Menurut Bupati Mathius, bangunan-bangunan di area pasar itu harus ditertibkan (bongkar). Maka akan dilakukan penertiban terhadap bangunan atau lapak yang bukan milik pemerintah.

“Kita sudah lakukan rapat dengan seluruh Paguyuban Pedagang yang ada di pasar. Olhe karena itu, kita minta tolong kepada paguyuban pedagang untuk tertibkan bangunan tambahan tersebut, jangan sampai Satpol-PP yang turun. Makanya kita berikan surat edaran terlebih dahulu, yang memberitahukan bahwa pemerintah akan menertibkan bangunan tambahan yang ada ini,” tuturnya. (Irfan  / Koran Harian Pagi Papua)