Festival Danau Sentani Ajang Promosi Papua dan PON XX 2020

0
677
ILUSTRASI FESTIVAL DANAU SENTANI. (Foto Ida Cesillia‎ Facebook)
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., saat diwawancara. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, menyebutkan, penyelenggaraan Festival Danau Sentani (FDS) ke-11 Tahun 2018 itu sebagai salah satu mempromosikan Provinsi Papua dan sekaligus juga iven Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 nanti.

Lanjut Bupati Mathius kepada wartawan usai mengikuti presentasi EO Ayo Jalan-jalan mengatakan, pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) yang merupakan agenda tahunan itu pada 19-23 Juni 2018 mendatang itu harus melibatkan profesional, karena selama ini iven festival dikelola atau dikerjakan oleh panitia yang amatiran.

“Jadi, saya pikir ini adalah hal yang bagus karena selama ini kita hanya kerja secara amatiran. Kalau kita libatkan professional, itu bisa memberikan informasi. Inilah tujuan kita dengan FDS yang akan datang, ya kita sudah 10 kali sudah cukup dan sekarang coba meningkat lagi,” katanya.

Bupati Mathius menjelaskan, agenda yang akan diselenggarakan di tepian Danau Sentani atau tepatnya di lokasi Wisata Pantai Khalkote, pada tahun 2018 dan tahun 2019 itu merupakan momentum untuk pihaknya mempromosikan Papua dan sekaligus juga PON 2020.

Masyarakat adat dalam sebuah tarian diatas perahu  FESTIVAL DANAU SENTANI (Amazing Papua Facebook)

Selain itu, kata Bupati Mathius disekitar stadion PON 2020 itu ada fasilitas rekreasi atau pariwisata yang bisa dinikmati semua orang, yang datang dari berbagai daerah. “Hal itu juga kesempatan untuk promosi secara besar-besaran di tahun 2020 nanti. Jadi, di tahun 2018 dan tahun 2019 itu kesempatan untuk bagaimana mempersiapkan segala sesuatu secara baik,” katanya menjelaskan.

Iven FDS tersebut, menurut Bupati Mathius, sebagai arena untuk menampilkan sesuatu yang baru. “Ya, tim perumus pelaksanaan FDS ini yang akan bekerja. Jadi, saya pikir panitia sudah tidak efektif. Biar hanya tim kecil, tapi mereka pakar dengan melibatkan orang-orang tertentu dan juga yang mendesain iven festival tersebut,” tuturnya.

ILUSTRASI FESTIVAL DANAU SENTANI. (Foto Ida Cesillia‎ Facebook)

“Nanti yang terlibat adalah komunitas-komunitas seni yang ada di kampung-kampung yang ada di sekitaran Danau Sentani. Kami dalam hal ini Pemda hanya membiayainya saja, yakni memberikan sedikit dana. Tapi, tim ini juga harus mencari dana sendiri, karena sudah masuk semi profesional dan tim ini juga harus punya kreasi untuk mencari dukungan atau mitra kerja untuk bersama-sama berkolaborasi menghasilkan iven ini,” kata Mathius Awoitauw menambahkan. (Irfan  / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here