Uang Tunai Rp. 3 Triliun Dipastikan Beredar Jelang Pilgub Papua

0
2506
Ilustrasi Uang Seratus Ribu Rupiah (istimewa)
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Joko Supratikto. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Guna mengantisipasi lonjakan permintaan uang tunai menjelang Pilkada serentak tahun 2018, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua menyiapkan uang tunai sebesar Rp 3 Triliun.

 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia,  Joko Supratikto mengatakan, di momen-momen tertentu Bank Indonesia menyiapkan uang tunai  Rp 2 triliun hingga Rp5 triliun, sedangkan untuk hari-hari biasa Bank Indonesia menyiapkan uang tunai Rp1 triliun sampai Rp 2 triliun setiap bulan.

 

Kata Joko, jumlah uang tunai yang disiapkan menjelang pilkada tidak sebesar jumlah uang menjelang lebaran atau akhir tahun yang mencapai Rp 5 triliun.

 

Berdasarkan data sebelumnya, permintaan uang tunai di dua momen tersebut lebih mendominasi.

 

“Uang yang kami sediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Papua menjelang Pilkada sebesar Rp 3 triliun baik uang pecahan besar maupun uang pecahan kecil,” jelas Joko,  kepada Harian Pagi Papua,  di Jayapura Rabu (21/2/2018) siang.

Ilustrasi Uang Seratus Ribu Rupiah (istimewa)

Selama ini di Papua, tidak pernah kekurangan uang tunai, karena BI Provinsi Papua selalu siap memenuhi kebutuhan masyarakat berapapun jumlahnya baik uang pecahan kecil maupun uang pecahan besar.

 

Sementara itu, menghindari uang palsu dan keamanan masyarakat, BI juga mengimbau jika belanja menggunakan transaksi Non tunai.

 

“Kalau jumlah transaksinya besar, lebih baik menggunakan non tunai saja, karena selain efisien nasabah juga terhindar dari uang palsu,” jelas Joko.

 

Untuk menyiapkan uang tunai ini lanjutnya, sedikit kesulitan karena BI harus mendatangkan dari luar Papua.

 

Bukan untuk menghindari dari peredaran uang palsu saja, Joko menjelasakan, nasabah yang menggunakan transaksi non tunai juga terhindar dari sisi keamanannya ketika bepergian.

 

“Misalnya nasabah bawa uang tunai dengan jumlah yang banyak, ini kan sangat beresiko baik dari sisi keamanan maupun resiko dari uang palsu, untuk itu saya imbau kepada seluruh nasabah khususnya di Papua, agar menggunakan transaksi non tunai karena selain mengurangi kebocoran, menggunakan transaksi non tunai ini juga aman untuk digunakan,” jelasnya. (Nia/nn/Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here