Garuda Menilai Travel di Papua Belum Bisa Kelola Paket Wisata

0
298
Salah satu Karyawan PT Garuda Indonesia cabang Jayapura melayani pelanggan. (Nia/HPP)
Salah satu Karyawan PT Garuda Indonesia cabang Jayapura melayani pelanggan. (Nia/HPP)

JAYAPURA  (LINTAS PAPUA) – Management PT Garuda Indonesia (Persero) Cabang Jayapura menilai, sebagian besar Agen Travel yang ada di Papua belum ada yang bisa mengelola paket wisata.

 

“Sebenarnya minat masyarakat Papua untuk berwisata itu sudah banyak, hanya sayangnya di travel –travel di Papua sendiri belum ada yang bisa mengelola paket wisata, padahal ini salah satu peluang bagi mereka untuk mengembangkan bisnisnya,” jelas Manager Sales dan Marketing garuda Indonesia cabang Jayapura Oktavianus Tampi,  Rabu (21/2/2018).

 

Karena dinilai belum bisa menjalankan paket wisata, untuk menjalankan paket wisata, Garuda Indonesia cabang Jayapura terpaksa menggandeng agen  nasional.

 

Menurutnya, pangsa pasar untuk menjual paket wisata di Papua sudah tersedia, hanya saja belum dimanfaatkan para agen perjalan tersebut.

Kesibukan Penerbangan di Bandara Sentani (Foto Facebook Hairil)

“Ada satu travel di Papua yang mulai menjual paket wisata, Papua Adventure, inilah yang sekarang kami bina, agen-agen ini supaya bisa mengemas paket, tidak hanya menjual tiket penerbangan saja, karena kalau hanya menjual tiket nanti lama-lama bisa tergusur apalagi sekarang sudah banyak menjual tiket penerbagan secara online,” jelasnya.

 

Tanggal 23 hingga 25 Maret 2018 Garuda Indonesia sudah mempersiapkan paket wisata, untuk rute domestiknya Manado, Denpasar, Bali, Raja Ampat. Untuk rute Internasional Korea, Bangkok, Singapore, Hongkong, dan Australia.

 

Melihat market untuk umroh cukup tinggi di Papua, Garuda Indonesia tidak melewatkan kesempatan tersebut. Jadi selain menyediakan paket wisata, pihaknya juga menyediakan paket umroh di bulan Maret 2018.

 

“Di sini kan belum ada Penyelenggara Paket Umroh (PPU) maka dari itu kami bekerjasama dengan travel nasional yang memang sudah siap yakni dari Makasar atau Jakarta,” pungkasnya. (Nia/nn/Koran Harian Pagi Papua) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here