DPR Papua Hearing Terkait Wilayah Adat Mamberamo Raya

0
5
Sekretaris Komisi I DPR Papua, Mathea Mamoyau . (Fransisca/LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Komisi I DPR Papua menggelar hearing bersama masyarakat adat Membramo Raya dalam Rangka pengembalian wilayah adat Membramo Raya ke dalam wilayah adat Mamta Tabi, bertempat di hotel Horison Jayapura, Kamis(22/2/2018), dihadiri Perwakilan 50 orang masyarakat adat dan masyarakat terkait.

 

Sekretaris Komisi I DPR Papua, Mathea Mamoyau mengatakan,  bahwa secara kelembagaan komisi satu mencatat semua yang di bicarakan dalam rapat hari ini.

”Dan semua itu adalah garis besar bersama MRP memperjuangkan, mempertahankan adat istiadat di Papua secara khusus persukuan di Papua. Ada 250 sekolah suku di Papua, tapi ke dalamnya tidak terlihat,” ujar Mathea Mamoyau, saat dikonfirmasi, Kamis (22/2/2018).

Ketua III Dewan Adat Papua, George Weyasu. (Fransisca/LintasPapua.com)

Dijelaskan,  bahwa pihaknya  membicarakan hal yang tidak di ketahui  Oleh Pemangku kebijakan,  sehingga penentuan batas wilayah membuat masyarakat adat bergesekan.

“saya ber terimakasih untuk pertemuan hari ini. Dan akan membicarakan lebih lanjut bersama MRP.” jelasnya

 

Sementara itu, Ketua III Dewan Adat Papua,  George Weyasu  menuturkan, bahwa kalau membicarakan wilayah adat Membramo Raya, yang  sudah ada sejak tradisi Mamta Tabi.

Suasana Kegiatan DPR Papua bersama masyarakat adat Mamberamo FRaya. (Fransisca/LintasPapua.com)

“Batasan kita Sudah ada dan terjaga. masuk bergabung dalam Mamta Tabi dan akhirnya di sebut Membramo Raya. Setiap suku berhak mengambil keputusan, yang lain juga harus menghormati. (Fransisca/ LintasPapua.com)