DPR Papua Gelar Dialog Terkait Status Tanah RS Internasional

0
7
Anggota DPR Papua, Tan Wie Long . (Fransisca/LintasPapua.com)

 

Anggota DPR Papua, Tan Wie Long . (Fransisca/LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Komsi I  DPR Papua mengadakan dialog bersama SKPD, BPN, dan team 30 mengenai status kepemilikan lokasi tanah pembangunan Rumah sakit internasional di Koya barat distrik Muara Tami, di hotel Horison Jayapura, Jumat (22/2/2018).

 

Ketua Komisi I DPR Papua, Ruben Magai  mengatakan, bahwa pihaknya  hanya menjadi penengah dan ingin membantu serta membantu meluruskan permasalahan yang terjadi bagi semua pihak, agar ada titik temu dan mengharapkan penyelesaian dengan damai, tidak ada pihak yang merasa tidak adil.

 

Sementara itu, Perwakilan Team 30, J. Serpara mengatakan pembelian bersertifikat tanah dari Haji Yudin, tetapi pembangunan di tanah kami team 30, itu yang kami pertanyakan.

Sementara itu,  Kepala Kementrian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kanwil Provinsi Papua, Arius Yambe, SH, M.Mt, menegaskan,  bahwa BPN kembalikan kepada masyarakat hasil musyawarahnya, lalu mensertifikasikan.

“Lalu kami mengembalikan masalah adat dan selanjutnya menentukan SHGB & HGB,” jelasnya.

Sementara itu,  Anggota DPR Papua, Tan Wie Long menyampaikan,  bahwa  kesimpulan dari dialog, yaitu bukti pendukung dari team 30 untuk kita masukan dalam pengadilan.

“Bagi pemerintah kota, kami minta untuk menyiapkan waktu bertemu dengan walikota sebelum akhir bulan Februari, kuncinya dari kota, dan kami komisi satu DPRP masih terbuka bagi segala Hal yang fungsinya koordinasi.

Sementara itu,  Kepala Badan Keuangan Dan Aset Daerah Kota Jayapura,  Adolf Siahaya,  mengatakan,  bahwa pihakna memberikan jawaban dan  akan menyampaikan Pesan kepada walikota dan akan menyampaikan informasi tindak lanjut dari koordinasi dengan pihak wali kota. (Fransisca/ LintasPapua.com)