Masyarakat Keerom Diajak  Ambil Bagian Awasi Pilgub Papua 2018

0
2
Dua kandidat Gubernur Papua, Lukas Enembe – Klemen Tinal mendapatkan nomor 1 dan John Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae mendapatkan nomor 2 dalam pencabutan nomor urut di halaman KPU Papua, Rabu (21/2/2018). Bersepakat Laksanakan Kampanye Damai. (Rambat / Koran Harian Pagi Papua)
Ketua Panwaslu Keerom, Niko Tunjanan. (Arif / HPP)

KEEROM (LINTAS PAPUA) –  Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Keerom, Niko Tunjanan, mengajak  semua masyarakat untuk ambil bagian dalam mengawasi pemilu Pemilihan Gubernur Papua, tahun 2018 ini.

‘’Untuk menciptakan pemilihan umum yang jujur, adil dan berintegritas seperti yang kita harapkan, maka perlu upaya kita semua agar hal tersebut terwujud dan yang kita harapkan bahwa masyarakat juga ikut mengawasi pemilu,’’ungkapnya kepada Harian Pagi Papua.  belum lama ini di Kompleks Kantor Bupati Keerom.

Ditambahkan,  bahwa untuk menciptkan penyelenggara pemilu dan masyarakat yang sadar akan pemilu yang berintegritas maka peran seluruh pihak sangat diharapkan.

‘’Hanya dengan itulah, maka pemilu yang jujur adil dan aman dapat tercipta khususnya di keerom kita ini,’’lanjutnya.

Disampaikan,  bahwa Papua termasuk salah satu daerah yang dipetakan sebagai daerah rawan dalam pelaksanaan pemilu. ‘’Data dari Baswaslu RI kita di Papua mendapat peringkat 1 kerawanan konflik masalah pemilu, di Kabupaten  Keerom sendiri kita menempati urutan ke 25 dari 29 Kabupaten terkait kerawanan konflik di Papua, tentu ini tidak lepas tangan dari KPU dan panwaslu sebelumnya, untuk itu demi mencapai kesuksesan pemilu ada dua hal yang menjadi perhatian yaitu politik uang dan politisasi sara,’’pesannya.

Dua kandidat Gubernur Papua, Lukas Enembe – Klemen Tinal mendapatkan nomor 1 dan John Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae mendapatkan nomor 2 dalam pencabutan nomor urut di halaman KPU Papua, Rabu (21/2/2018). (Rambat / Koran Harian Pagi Papua)

Ditambahkan, bahwa untuk memilih pemimpin yang benar maka harus dengan cara yang benar. ‘’Maka pemimpin yang harus kita pilih harus memikirkan kesejahteraan masyarakat banyak, pihak keamanan dan kejaksaan ini harus selalu melekat, para peserta pemilu kami harapkan berjuang dengan kejujuran dan patuhi aturan yang sudah dibuat undang-undang yang berlaku dan marilah kita memberikan pendidikan politik yang baik bagi Masyarakat Kab. Keerom,’’tambahnya.

Untuk peran masyarakat, dirinya  berharap, agar masyarakat tak ragu untuk melaporkan ke polisi bila terjadi indikasi pelanggaran dalam Pemilu. ‘’Kejujuran itu sangat penting terutama di tingkat bawah, jika ada indikasi bahwa penyelenggara pikada ada bermain segera laporkan ke pihak yang berwajib, kita semua inginkan pemimpin yang baik dan memberikan kehidupan yang aman, damai dan tentram untuk Kab. Keerom ini,’’pesannya.(Arif / Koran Harian Pagi Papua)