Proses Penentuan Cawabup Keerom di Golkar Masih Panjang

0
296
Ketua Harian DPD Golkar Keerom, Syahabuddin SP, MSi,. Arif/HPP)
Ketua Harian DPD Golkar Keerom, Syahabuddin SP, MSi,. Arif/HPP)

KEEROM (LINTAS PAPUA) –  Ketua Harian DPD Golkar Keerom, Syahabuddin SP, MSi, mengakui bahwa proses pendaftaran Bakal Cawabup Keerom melalui partai pengusung Gokar memang telah ditutup pada Sabtu kemarin. Namun proses untuk Cawabup Keerom masih panjang.

‘’Memang tim pendaftaran sudah tutup penjaringan terkait pengisian jabatan Wabup yang kosong. Hal ini adalah proses yang terjadi di Keerom, khususnya Partai Golkar, karena kita ingat bahwa partai pengusung ada dua yaitu Golkar dan PKS, maka yang berhak untuk pengajuan ini adalah Golkar dan PKS, untuk Golkar kita sudah memulainya,’’ujar Syahabuddin kepada Harian Pagi Papua,  di Keerom.

Tentang langkah lanjut dari proses setelah pendaftaran, menurutnya, adalah memeriksa kelengkapan berkas pendaftaran sebelum dilanjutkan ke proses berikutnya. ‘’Setelah kita lihat syarat, selanjutnya akan kita sampaikan ke organisasi mulai dari Keerom selanjutnya ke DPD Provinsi bahkan mungkin ke DPP,’’ ungkapnya.

Ditambahkan, bahkan Partai Golkar adalah sebuah organisasi yang memiliki system dan mekanisme, jadi proses yang akan diikuti para pendaftar bakal calon Wabup.

 

‘’Standar dan mekanisme untuk proses akan berjalan sesuai mekanisme berjenjang, yang jelas keputusan yang ada nantinya bukan keputusan orang perorang, juga bukan keputusan DPD Kerom namun ada juga peran Prov dan DPP, mekanismenya memang seperti,’’paparnya.

Sementara menyangkut pendaftar ada dari kalangan ASN, kader atau non kader, menurutnya semua pendaftar akan dinilai.

‘’Siapapun yang daftar semua akan dinilai, partai Golkar adalah partai yang terbuka, menyangkut kader, tentunya ada definisi kader, jadi semuanya akan dinilai. Jadi mekanisme ini partai Golkar seluruhnya. Kalau semua proses ini sudah dilewati nantinya kita juga masih harus diputusakan bersama dengan PKS untuk disampaikan ke Bupati. selanjutnya akan dibawa ke DPRD untuk dipilih disana, begitu prosesnya,’’ pungkasnya. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here