Jemaat GBGP Bukit Zaitun Argapura Gelar Raker

0
952
Ketua Sinode GBGP Papua yang juga adalah Gembala Jemaat Bukit Zaitun Argapura Pdt. Semuel. K. Waromi. SH. MA, Ketua Klasis Wilayah Jayapura Selatan Pdt. Herman.S. Waromi, Badan Perwakilan Sinode (BPS) Provinsi Papua Barat Pdt. Derek Samberbori dan Ketua Panitia Rapat Kerja Jackson Waromi bersama Jemaat Bukit Zaitun Argapura Saat melakukan foto bersama sebelum rapat kerja berlangsung. (Geis Muguri / Koran Harian Pagi Papua)
Ketua Sinode GBGP Papua yang juga adalah Gembala Jemaat Bukit Zaitun Argapura Pdt. Semuel. K. Waromi. SH. MA, Ketua Klasis Wilayah Jayapura Selatan Pdt. Herman.S. Waromi, Badan Perwakilan Sinode (BPS) Provinsi Papua Barat Pdt. Derek Samberbori dan Ketua Panitia Rapat Kerja Jackson Waromi bersama Jemaat Bukit Zaitun Argapura Saat melakukan foto bersama sebelum rapat kerja berlangsung. (Geis Muguri / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA), Jemaat  Gereja Bethel Gereja Pentakosta (GBGP) Bukit Zaitun Argapura menggelar rapat kerja (Raker) 2018 yang berlangsung di Aula Kantor Sinode GBGP, baru-baru ini.

 

Ketua Sinode GBGP Papua yang juga Gembala Jemaat Buikt Zaitun Argapura Pdt. Semuel. K. Waromi SH. MA mengatakan, melalui petunjuk firman Tuhan sebagai landasan dan sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (ADART),  serta tata gereja yang harus dijabarkan ke dalam tugas-tugas yang ada di jemaat Bukit Zaitun Argapura dalam menjawab apa yang diputuskan oleh majelis besar Sinode GBGP bahkan keputusan Klasis dan wilayah klasis.

“Segenap jemaat layak untuk mengikuti apa yang telah diputuskan sebagai nomenklatur kegiatan. Jadi kami jemaat bukit zaitun argapura telah setiap tahun menggelar rapat kerja dalam rangka mengevaluasi apa saja yang sudah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan,” ujar Pdt Semuel.

Dijelaskan Pdt Semuel, di 2018 ini ada empat program prioritas yang telah dan akan dikerjakan. Program yang pertama adalah kerohanian dan pelayanan di dalam jemaat, serta pengkaderan.

“Kita akan bina agar bisa tampil melaksananakan tugas GBGP. Baik itu sebagai pengarah acara, singers, pemain musik, serta pembawa khotba yang akan dilatih secara khusus dalam pengembalaan pelayanan sebagai kader,” ujarnya.

Program kedua, yakni ekonomi, keuangan dan kesejahteraan. Dikatakan, bahwa Pemerintah sudah memberikan banyak peluang, tapi semua tergantung bagaimana peluang itu diterapkan oleh jemaat.

“Nanti didalamnya juga kami sudah membentuk koperasi, koperasi itu secara bergilir ada pada tataran tingkat jemaat. Kami sangat berterimaksih juga kepada pemerintah dan juga jemaat serta sinode melalui klasis wilayah, bahwa ada kegiatan yang secara gamblang dibuat oleh sinode ini yang harus dijabarkan oleh masing-masing jemaat dalam bentuk ekonomi sehingga mereka merasa sejahtera juga keuangan yang terlalu boros dengan itu ada kematangan dalam perimbangan agar bisa diatur dengan baik,” imbuhnya.

Ketiga adalah pendidikan musik dan pengkaderan, di mana jemaat bukan saja mendidik mereka dengan musik, tetapi akan dilihat keberadaan anak tersebut di dalam keluarganya.

“Karena kami ada 48 anggota jemaat dari 287 umat sehingga dari 48 anggota jemaat ini punya anak-anak baik itu tingkat paud, SD, SMP dan SMA serta berada pada perguruan tinggi swasta atau negeri. Di situ juga gereja terpanggil untuk memberi perhatian, mungkin ada kekurangan disana, dia ada  pada wadah anak organisasi persekutuan anak dan remaja, persekutuan generasi muda, kaum wanita kesehatan ibu dan anak juga majelis sehingga ada langkah yang diberikan kemudahan”.

“Contohnya ada SPP yang tertunda disitulah ada persembahan yang dikhususkan seperti diakonia. Jadi, kami di Gereja Bhetel ada lima persembahan dan ini juga harus dilakukan oleh jemaat masing-masing, satu adalah persembahan jemaat dan sudah ada uraian tugasnya  dalam tata gereja, persembahan diakonia fungsinya untuk melihat anak-anak yang tadi seperti itu, yang mungkin putus sekolah kita upayakan SDM nya bisa bagus dalam mendidik mereka, kemudian pelayanan, pembangunan dan perpuluhan  itu yang akan dilihat didalam rapat ini”jelasnya.

Keempat adalah membangun gereja, di mana J Jemaat Bukit Zaitun Argapura dekat dengan kantor Pusat Sinode GBGP yang berada di atas tanah seluas 2.400 m2.

“Kami mau bangun gereja, tetapi karena sinode juga sudah ingin mengembangkan, supaya itu akan dibuat satu paket empat lantai. Dengan tujuan bahwa ada gereja jemaat bukit zaitun argapura disitu juga ada kantor yayasan dan juga ada sarana tempat pendidikan satu atap didalamnya juga paud, SD, Theologi Kristen Bethel Pentakosta ada, SMP Kristen Bethel Pentakosta, ini satu atap dan sudah diatur agar akan didirakn empat lantai,” tandasnya. (Geis Muguri  /  Koran Harian Pagi Papua)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here