Bupati Mathius Awoitauw Pertegas LPJ Dana Kampung  Harus Depan Masyarakat

0
5
Kampung Meukisi, nampak pelabuhan dan kapal speadboat depan kampung tersebut. (Eveerth Joumilena )
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat diwawancara. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

SENTANI  (LINTAS PAPUA) – Untuk menghindari penyalahgunaan anggaran Dana Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung (DPMPK) Kabupaten Jayapura menggelar rapat koordinasi (Rakor) Evaluasi Penyaluran Dana Desa Tahun Anggaran 2018, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (20/2/2018) siang.

Pada kegiatan Rakor yang dihadiri seluruh Kepala Kampung ini, dipimpin langsung oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, Kepala DPMPK Kabupaten Jayapura Drs. Frits Rumayomi, M.Si, dan Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura Ny. Magdalena Luturmas Awoitauw, S.Pd.

Bupati Mathius kepada wartawan usai kegiatan Rakor tersebut mengatakan, pihaknya mencoba untuk membicarakan mengenai penanganan transfer anggaran Dana Desa ini agar bisa diperketat lagi.

KAMPUNG PASIR PUTIH MEUKISI. Surga Terindah Milik Masyarakat Yokari. (Eveerth Joumilena)

“Anggaran Dana Desa di Kabupaten Jayapura sangat besar. Kalau bisa mekanismenya harus lebih transparan (terbuka) lagi,” katanya.

Karena itu, kata Bupati Mathius, mulai di tahun 2018 semua anggaran Desa ini bisa dipertanggungjawabkan di depan masyarakat kampung, kalau bisa dana yang ke kampung ini di kawal baik mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.

Suasana Usai acara tersebut, ditargetkan tahun depan dibangun hingga mencapai 150 sempe untuk melayani masyarakat yang datang. Tuhan Berkati Kampung Abar. (Eveerth Joumilena)

“Dalam kerjasama ini, kita juga melibatkan beberapa pihak. Yakni, ada Kejaksaan Negeri serta Kepolisian, untuk membantu sejak perencanaan hingga mendampingi pemerintah kampung. Supaya kebijakan ini bisa berjalan, yang berkaitan dengan kita bicarakan pengelolaan secara terbuka bersama-sama masyarakat,” ujar Mathius Awoitauw.

Kampung Meukisi, dengan keindahan laut saat memasuki lokasi kampung dengan perahu jonson wallytu dan iris bay atau speadboat. (Eveerth Joumilena / Koran Harian Pagi Papua)

Selama ini, ada yang terbuka dan ada juga yang tidak transparan terhadap masyarakat maupun pertanggungjawabannya.

“Oleh karena itu, kerjasama dengan berbagai pihak dalam hal pengawasan tersebut, juga kita harus sampaikan kepada mereka bahwa sekarang kampung ini bukan menjadi tanggungjawab sekelompok orang saja yang mengurusi itu. Tetapi, kampung sekarang menjadi tanggungjawab semua pihak baik pusat maupun siapa saja yang ada di daerah ini punya tanggungjawab bersama untuk membangun bersama-sama dengan masyarakat kampung,” bebernya.

Kampung Ayapo sebagian keindahan alam Papua di Danau Sentani.(Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

“Nah, hal ini yang kita diskusikan bersama dengan mereka. Kemudian kita punya kebijakan mengenai distrik sebagai pusat pemberdayaan itu juga akan kita sampaikan kepada mereka. Kita berharap kampung bisa lebih inovatif lagi serta dana-dana yang turun ke kampung ini bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Bahwa ada perhatian dari pemerintah yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di kampung tersebut,” tukasnya. (Irfan  / Koran Harian Pagi Papua)