Bupati Mathius Awoitauw Siap Tertibkan Pasar Pharaa Sentani

223
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E. M.Si, didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Jayapura, Dra. Hanna Hikoyabi saat memberikan arahan kepada ketua-ketua Payuban Pedagang selaku koordinator pedagang di Pasar Pharaa Sentani. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E. M.Si, didampingi Kepala Bappeda Kabupaten Jayapura, Dra. Hanna Hikoyabi saat memberikan arahan kepada ketua-ketua Payuban Pedagang selaku koordinator pedagang di Pasar Pharaa Sentani. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Menindak lanjuti kunjungannya ke Pasar Pharaa Sentani pada Sabtu 17 Februari 2018 pekan lalu, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, didampingi Kepala Bappeda, Dra. Hanna Hikoyabi dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tedd Mokay serta instansi terkait.

 

Dalam hal ini,  seperti Disperindag melakukan pertemuan dengan ketua-ketua Paguyuban Pedagang selaku kordinator pedagang di Pasar Pharaa, yang berlangsung di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (19/2/18) siang.

Suasana Pasar Pharaa Sentani (Foto Engel Wally Facebook)

 

Dalam sambutannya, Bupati Mathius menyampaikan bahwa pertemuan hari ini (kemarin) untuk menindak lanjuti hasil dari kunjungannya ke Pasar Pharaa Sentani pada Sabtu 17 Februari 2018 lalu.

Dimana, kata Bupati Mathius, ada beberapa penyampaian dari tokoh paguyuban yang mewakil pedagang bahwa mereka punya kerinduan yang sama agar pasar ini dapat lebih teratur dan tertib.

 

 

“Oleh karena itu, saya sampaikan untuk melakukan pertemuan hari ini (kemarin-red) supaya dalam menyampaikan keluhan dapat didengar oleh semua OPD terkait,” ujar Mathius di depan perwakilan para pedagang Pasar Pharaa Sentani.

Suasana Pasar Pharaa Sentani (Foto Engel Wally Facebook)

 

“Supaya  semua dapat kita bicarakan dan selesaikan persoalan dalam pasar ini secepatnya. Dan kita berharap, dalam waktu dekat ini pasar Phara harus ditertibkan sesuai dengan rencana semula pembangunan pasar,” cetus Bupati Mathius.

 

 

Baik bangunannya maupun pengaturan kawasannya seperti denah pembangunan pasar, kata Bupati Mathius harus sesuai.

 

Suasana Pasar Pharaa Sentani (Foto Engel Wally Facebook)

“Sebab, denah pasar Pharaa ini sudah dilihat oleh pak Presiden dan semua orang sudah tau. Untuk itu, denah nya tidak boleh berlainan,” tegasnya.

 

 

Menurut Bupati Mathius, kalau saat ini kawasan pasar Phara Sentani semberawut, itu karena bangunan-bangunan liar yang dibangun ditengah pasar. Selian itu juga penempatan orang dalam pasar tidak sesuai dengan daftar nama orang awal yang berjuang untuk pasar itu.

 

Presiden Jokowi saat melihat Maket Pasar Pharaa Sentani Klien: PT Bina Karya; Pokja Papua Jokowi . (Nex Top Architects)

“Maka dari itu, kita percayakan kepada ketua-ketua paguyuban untuk menertibkan serta mengutamakan orang-orang  yang sudah dari awal berjuang agar dapat berada dalam pasar tersebut,” akunya.

 

 

“Itu yang kita utamakan. Nanti kalau masih ada tempat, mulai diisi lagi melalui kerjasama dengan ketua Paguyuban serta OPD bersangkutan,” beber Mathius Awoitauw menyambungkan.

 

 

Karena semua orang terutama pegadang, lanjut Bupati Mathius, ingin agar pasar itu punya kepastian seperti penempatannya, regulasi dan pengaturan pemerintah.

 

 

“Harus pasti. Sebab, pedagang menginginkan hal itu. Sehingga saya tegaskan tadi, bangunan liar harus dibersihkan baik yang ada disekitar gedung baru maupun diluar kawasan pasar,” katanya dengan nada tegas.

 

 

Karena itu, Bupati Mathius menuturkan, tanah itu adalah milik pemerintah daerah dan bangunannya juga dibangun oleh pemerintah.

 

 

“Sehingga siapapun yang ada disitu, harus mengikuti apa yang kita sepakati bersama-sama, bukan sepihak dari pemerintah tapi sesuai dengan pembicaraan dengan masyarakat,” paparnya.

 

 

Dirinya menegaskan, jika ada pedagang yang tidak setuju dengan ketentuan yang dibuat secara bersama-sama ini, tidak perlu berada di dalam Pasar Pharaa.

 

 

“Sebab, ini untuk kebaikan semua orang bukan untuk orang per-orang. Saya piker itu yang kita tegaskan,” tandas Bupati Mathius. (Irfan  / Koran Harian Pagi Papua)