Calon Wakil Bupati Keerom, 9 Pendaftar Hanya 1 Kembalikan Berkas

552
Pansel Wakil Bupati Keerom saat menerima pengembalian berkas dari salah satu pendaftar, Henry Borotian., beberapa waktu lalu. (Arif / HPP)
Pansel Wakil Bupati Keerom saat menerima pengembalian berkas dari salah satu pendaftar, Henry Borotian. (Arif / HPP)

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Ketua Pansel pendaftaran Cawagub Keerom, Yeheskiel Airori, mengemukakan memasuki hari ketiga, Kamis (15/2/2018) dari proses pendaftaran, baru satu pengambil berkas yang sudah mengembalikan ke panitia.

‘’Sampai hari ini, data yang ada di Pansel adalah sudah ada pengambil formulir pendaftaran sebanyak 9 orang. Sesuai surat tugas dari DPD Keerom, bahwa kami akan menerima berkas pendaftaran hingga tanggal 17 feb atau Sabtu besok (hari ini, red). Hari ini sudah ada satu pendaftar yang telah mengembalikan berkas yaitu Hendrik Borotian, SKM, MM, sedangkan 8 lainnya belum mengembalikan,’’ ujar  Yeheskiel Airori , kepada Harian Pagi Papua,  di Sekretariat Pansel DPD Partai Golkar Kab Keerom, Arso I, Kamis (15/2/2018).

Adapun kedelapan pendaftar lainnya adalah, Piter Gusbager Shut, MUP, Malensius Musui, SH, MH, Izak Yunam, SH, Longginus Fatagur, S.Sos, Herman Yoku, SIP, Markus Gonay,  S.IP, Hans Piter Sumel, SH, dan Ronal Apnawas, SE.

‘’Kemungkinan kedelapan pendaftar lainnya belum kembali karena sedang mengurus surat atau syarat kelengkapan berkas untuk pendaftaran. Kita harapkan mereka bisa mengembalikan berkas pada Sabtu dan kita tunggu paling lambat sesuai jam kerja adalah pukul 16.00 wit atau pukul 4 sore,’’tambahnya.

Yessi menjelaskan bahwa sesuai surat tugas bernomor 001/DPD/PG/KR/II/2018, bahwa sebanyak 5 orang kader golkar ditugaskan sebagai panitia pendaftaran (pansel) Cawagub Keerom. Mereka adalah Dominika Tafor, Yehezkiel Airori, Harris Swara, Mikel Yoku dan Tyas Pireno Adi.

Sementara menyangkut syarat kelengkapan pendaftaran Cawagub, dikemukakannya, terdiri dari foto copy ijazah (SD, SMP, SMA, PT), fotocopi KTP, Fotokopi NPWP, SKCK, surat ket bebas narkoba, surat kesehatan, surat ket dari pengadilan (a.l: setia kepada pancasila, tidak sedang dicabut hak pilihnya, tidak sedang memiliki tanggungan hutang, tidak pernah dipidana, tidak pernah dijatuhi pidana penjara), DRH dan KTA Partai Golkar. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)