4 Hari Hanyut di Kali Ular, Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal

0
11

 

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Benyamin Pulanda (69) yang hanyut di Kali Ular, Doyo Baru, Kampung Bambar, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, akhirnya ditemukan. Dia ditemukan dalam kondisi meninggal di Kali BTN Gajah Mada, Yahim, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si, melalui Kapolsek Sentani Barat, AKP Parnala Harianja jasad korban ditemukan di Kali Kompleks BTN Gajah Mada Yahim, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura oleh Tim Basarnas bersama Anggota Polsek Sentani Kota, Kamis (15/2/2018) pagi lalu.

“Setelah melakukan pencarian selama 4 (empat) hari, akhirnya Tim SAR dengan anggota Kepolisan berhasil menemukan korban di Kali BTN Gajah Mada Yahim. Sebelumnya pada Minggu (11/2/2018) malam lalu sekitar pukul 24.00 WIT, korban hanyut terseret arus di Kali Ular, Doyo Baru, Kampung Bambar, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura,” kata Kapolsek Harianja.

Berawal dari pukul 09.00 WIT, Tim SAR yang dipimpin oleh Kasie Ops Basarnas Jayapura, M. Simbiak di dampingi Kapolsek Sentani Barat, AKP Parnala Harianja bersama anggota dan warga masyarakat mulai melakukan pencarian dengan titik star dari Kali di Kompleks BTN Gajah Mada Yahim Sentani dengan berjalan kaki menelusuri kali tersebut.

Setelah satu jam lebih menelusuri kali tersebut, sekitar pukul 10.30 WIT Tim Gabungan yang dibantu warga berhasil menemukan jasad korban Benyamin Pulanda (62) dalam kondisi terlentang dengan kondisi badan penuh lumpur dan sudah dalam keadaan meninggal serta mengeluarkan bau busuk. Sehingga tim segera mengevakuasi korban dengan dimasukan ke dalam kantong jenazah dan langsung dibawa ke RSUD Youwari, Doyo Baru, Kabupaten Jayapura.

“Puji Tuhan, kami bersama Tim Basarnas setelah empat hari melakukan pencarian, pagi ini (Kamis, 15/2 lalu) kami berhasil menemukan korban. Saat ditemukan jasad korban Benyamin Pulanda (62) sudah dalam keadaan meninggal dunia dan keadaan jenazahnya sudah mulai membusuk. Selanjutnya kami bersama tim mengevakuasi korban ke RSUD Yowari untuk di lakukan pembersihan jenazah,” jelasnya.

Kapolsek Parnala Harianja menambahkan, bahwa saat ini jenazah masih berada di RSUD Youwari untuk dibersihkan dan menunggu peti jenazah. Selanjutnya akan di bawa ke rumah duka, di Kampung Sabron Yaru, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura.

“Iya, rencananya siang ini akan langsung dimakamkan di Pekuburan Kampung Sabron Yaru, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura oleh keluarga dan kami pihak Kepolisian akan mendampingi hingga penguburan jenazah korban hanyut itu selesai,” terang AKP Parnala Harianja diakhir rilisnya yang dikirim ke wartawan harian ini.

Sebelumnya, nekat menyeberangi Kali Ular dengan menggunakan sepeda motor, seorang pria paruh baya di Kabupaten Jayapura, justru hilang terseret arus air Kali Ular Doyo Baru  yang saat itu sedang dilanda banjir setinggi perut orang dewasa.

Anggota Polisi Sektor (Polsek) Sentani Barat bersama Tim Basarnas, terus melakukan upaya pencarian korban yang hanyut terbawa arus di Kali Ular Doyo Baru, yang terletak di Kampung Bambar, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura.

Pencarian tersebut dilakukan langsung oleh Kapolsek Sentani Barat AKP P. Harianja bersama Tim Basarnas melakukan pencarian salah seorang warga bernama Benyamin Pulanda (62) yang hanyut terbawa arus di Kali Ular Doyo Baru, Kampung Bambar, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, Selasa (13/02/18) pagi.

Berawal dari anak korban bernama Ani Pulanda yang baru menyadari bahwa korban Benyamin Pulanda (62) yang tidak pulang kerumah hingga Senin (12/2/2018) pagi hari lalu, menyadari hal tersebut akhirnya Ani Pulanda mulai mencari dan mendapat informasi dari Steven Tukayo (keponakan korban) kalau korban tidak pulang karena hanyut di Kali Ular Doyo Baru, Kampung Bambar, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)