Peduli Hutan Papua, Bupati Costan Oktemka Turun Langsung Tangkap Ribuan Kayu  Tanpa Dokumen

0
1119
Bupati Costan Oktemka, S.IP., usai melakukan kunjungan di ruas pembangunan jalan tersebut menemukan ribuan kayu olahan hasil sensor yang siap di kirim ke kota Jayapura untuk dijual tanpa disertai dokumen . (Humas PB)
Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka, S.IP., usai melakukan kunjungan di ruas pembangunan jalan tersebut menemukan ribuan kayu olahan hasil sensor yang siap di kirim ke kota Jayapura untuk dijual tanpa disertai dokumen . (Humas PB)

PEGUBIN (LINTAS PAPUA)  – Ternyata pembangunan jalan penghubung antara kabupaten Keerom melalui arah senggi menuju Pegunungan Bintang tidak hanya berdampak positif bagi masyarakat yang hidup di daerah terisolir tersebut, namun juga menguntungkan bagi oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mengola hasil hutan berupa kayu olahan guna meraup keuntungan pribadi.

Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka, S.IP.,  usai melakukan kunjungan di ruas pembangunan jalan tersebut menemukan ribuan kayu olahan hasil sensow yang siap di kirim ke kota Jayapura untuk dijual tanpa disertai dokument yang jelas dari Pemerintah Kabupaten  Pegunungan Binitang. Sehingga Bupati pada kesempatan tersebut melarang untuk tidak dilakukan penebangan hutan lagi, karena perusahaan yang dimaksud tidak mengantongi ijin dari pemerintah Pegunungan Bintang.

“Ini wilayah kerja Pemerintah Pegunungan Bintang. Setiap aktivitas apapun termasuk mau ambil hasil hutan (kayu olahan) harus mendapat persetujuan dari Pemerintah Pegunungan Bintang sebagai pemilik wilayah. Tanpa ada dokument perijinan, tidak boleh masuk curi-curi kayu disini. Jadi masyarakat harus tau bahwa mulai hari ini, saya larang untuk tidak boleh perusahaan-perusahaan datang ambil kayu disini tanpa ijin pemerintah. Ini saya tegas melarang,” ujar  Bupati serius.

Ternyata ada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mengola hasil hutan berupa kayu olahan guna meraup keuntungan pribadi. (ISTIMEWA)

Dikatakan, bahwa dari hasil olahan kayu tersebut oknum direktur berinisial S mendapatkan keuntungan yang sangat besar, karena sudah babat hutan dengan kayu-kayu yang berkwalitas tinggi dalam waktu yang cukup lama.

“Jika itu dikalkulasi semua pendapatan di tahun 2017, maka keuntungan tidak sedikit karena kayu-kayu yang diolah oleh oknum yang berinisial S kayu yang berkwalitas dan nomor satu. Jadi pada kesempatan ini, saya melarang untuk tidak boleh lagi perusahaan ambil-ambil hasil hutan disini tanpa ijin pemerintah.” Tutur Bupati, yang juga mantan Anggota Majelis Rakyat Papua ini.

Guna mengantipasi pencurian hasil hutan tersebut, maka Bupati berjanji, akan bicarakan dengan Kapolres Pegunungan Bintang untuk penempatan petugas keamanan di sepanjang pembangunan ruas jalan tersebut.

Bupati Costan Oktemka, saat bersama masyarakat. (ISTIMEWA)

“Tidak hanya kayu tetapi sepanjang daerah itu menyimpan banyak sumber daya alam yaitu kulit masoi, rotan dan kayu gaharu. Sehingga kami harus jaga, siapapun datang olah hasil hutan tanpa ijin akan kami proses. Sebab itu masuk secara illegal tanpa proses perijinan yang jelas dari pemerintah daerah. Jadi saya akan bicarakan dengan kapolres untuk keamanan perlu ada disini untuk menjaga penebangan hutan secara illegal tersebut.” katanya serius. (humas PB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here