Media Officer Persipura, Bento Madubun, saat memberikan keteragan pers. (Geis Muguri /Koran Harian Pagi Papua)
Para punggawa Persipura Jayapura lanjutkan latihan rutin rabu (14/02) pagi tadi di Stadion Mandala. (Foto Syaiful Ahmad Paembonan Facebook / Admin Facebook Grup Persipura Official)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Rencana Persipura Jayapura untuk segera mendatangkan Pemain asing asal Ghana dan Bostwana harus di tunda untuk sementara. Pasalnya ada beberapa Regulasi atau Aturan baru yang di keluarkan Liga Indonesia Baru (LIB) terkait asal negara dari Pemain dan Grid atau
kualifikasi Kompetisi.Hal tersebut disampaikan langsung Oleh Bento Manubun, Media Officer Persipura Jayapura di Stadion Mandala Jayapura, Senin (12/02/2018)

“Ada beberapa aturan terkait pemain, asal negara, dan grid kompetisisnya itu yang kita masih pelajari, ada kemungkinan ada pemain yang mau kita ambil ini grid kompetisinya atau negaranya tidak masuk, itu yang jadi kendala sekarang. dan kita akan lihat lagi, nanti kita akan coba komunikasi lagi dengan pihak liga, kita berharap bisa dapat informasi terkait itu supaya ada langkah-langkah yang bisa kita ambil,” ujar Bento.

Media Officer Persipura, Bento Madubun, saat memberikan keteragan pers. (Geis Muguri /Koran Harian Pagi Papua)

Bento menjelaskan, mengenai regulasi terbaru yang di keluarkan Liga Indonesia Baru (LIB) yaitu pemain asing yang bisa bermain di Liga 1 adalah pemain yang negaranya sudah di tentukan oleh LIB misalnya dari negara Brasil dan Argentina dan yang memiliki pemain yang Grit atau level Kompetisi yakni level  3, 2, dan 1 sedangkan yang Grit atau levenya di bawah dari itu makan tidak akan di ijinkan untuk bermain pada Liga 1 Indonesia.

“Jadi dari LIB sudah menentukan negara dengan grid kompetisin yang tertentu yang hanya bisa beberapa negera saja dan sudah ada di list. Misalnya dari Brasil, Agentina, itu “pemain yang punya grid atau level kompetisi 3, 2, 1 itu bisa main di Indonesia, di bawah itu tidak boleh, karena itu terkait dengan kualifikasi kompetisi dari negera tersebut.

Hal tersebut membuat manajeman Persipura harus kembali menunggu kepastian aturan tersebut dari LIB selaku penyelenggara Liga 1 Indonesia, namun jika memang aturan tersebut telah pasti maka Persipura Jayapura akan melakukan langkah baru yaitu mencari pemain yang tidak terkendala aturan baru tersebut.
“Belum bisa kita datangkan karena kita masih menunggu kepastian terkait aturan itu, itu persoalanya. Kita akan lihat kalau tidak memungkinkan atau tidak bisa kita akan lihat opsi yang lain,” kata Bento.

Untuk Kuota Pemain Asia, Bento mengatakan, Banyak pilihan yang bisa diambil Persipura bisa Korea, Jepang dan Uzbekistian dan saat ini pihak Persipura sedang mencari pemain Asia untuk mengisi jumlah kuota pemain asing. Ia berharap tidak ada persoalan dengan negara asal pemain yang akan di datangkan nanti, karena tidak semua negara menggunakan kualifikasi tersebut.

Para punggawa Persipura Jayapura lanjutkan latihan rutin rabu (14/02) pagi tadi di Stadion Mandala. (Foto Syaiful Ahmad Paembonan Facebook / Admin Facebook Grup Persipura Official)

“Ada beberapa grit yang baru dikasih, tapi untuk pemain-pemain yang sebelumnya sudah bermain di indonesia, jauh lebih mudah di banding mereka yang baru main di Indonesia, karena ada verifikasi pemain juga.”jelasnya.

Ia menambahkan,  hal itu tergantung pemain dan di kompetisi mana, dan di kompetisi tersebut harus bermain lebih dari 25 % dari jadwal selama 1 musim kompetisi. Hal itu juga harus berdasarkan data dari club sebelumnya atau dari federasi negara dari pemain tersebut.

Salah satu pemain asing yang juga dikontrak Persipura, Pape, saat berkostum Dinamo Bucarest untuk Liga Francis, membuat dirinya adalah pemain inti pada Timnas Senegal. Namun akibat regulasi,
sehingga tidak dilanjutkan,
(http://www.africatopsports.com)

“Yang kita khawatirkan kalau pemain mereka keluar ternyata mereka tidak bermain sampai 25% di kompetisi sebelumnya, jadi lebih ketat, kalau itu menjadi aturan dari penyelenggara, kita harus ikut
aturan itu,” tutup Bento. (Geis Muguri / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here