DPR Papua Soroti Kinerja Bupati Mamberamo  Raya Dalam Melayani Masyarakat

0
1193
Anggota DPR Papua, Yotam Bilasi. saat diwawancara. (lintaspapua.com)
Anggota Komisi IV DPR Papua, Yotam Bilasi. (Eveerth Joumilena / LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Anggota Komisi IV DPR Papua, Yotam Bilasi menyoroti kinerja Bupati Mamberamo Raya, Dorinus Dasinapa dan Wakil Bupati Mamberamo Raya, Yakobus Britay, agar keduanya bisa melihat kehidupan masyarakat setempat dan berada dalam pelayanan pemerintah di Kasonaweja, sebagai ibu kotya dari negeri seribu misteri ini.

“Saya mendapatkan informasi dan saya sendiri turun ke masyarakat hingga melihat langsung, bahwa  Bupati Mamberamo Raya jatrang bersama masyarakat dan lebih banyak diluar daerah,” ujar Yotam Bilasi, kepada media ini, Selasa (13/2/2018) malam.

Dirinya menyesalkan, adanya kondisi pembangunan di daerah yang belum berjalan  dalam sebuah pelayanan dengan baik, sebab jika pemimpin daerah di tempat lain dan masyarakat pasti akan tidak terurus, sebab itu sebagai anak Mamberamo Raya sangat menyesalkan dan berharap pemerintah bisa melayani dengan baik kebutuhan masyarakat.

“Saya mendengar kabar kalau Bupati lagi melobby dana di Kementerian, karena Mamberamo Raya adalah daerah baru, tentu saja hal ini keliru, sebab Mamberamo Raya bukan kabupaten baru yang telah dirintis oleh Demianus Kyeuw – Kyeuw sejak awal berdirinya daerah ini, sehingga harus dibedakan dan bisa memberikan perhatian yang lebih baik kepada masyarakat,” sarannya.

Dirinya selaku Wakil Rakyat melalui Kursi Otonomi Khusus wilayah Saireri, telah menggalang komunikasi dengan sejumlah Anggota DPR Papua dari Saireri hingga wilayah adat lainnya, agar menyoroti pembangunan yang ada di Kabupaten Mamberamo Raya.

“Bahkan saya telah menyampaikan kepada Asisten I Setda Papua, untuk selanjutnya kepada Gubernur Papua, agar Pemerintah Provinsi dapat melihat langsung dinamika jalannya kinerja pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya dalam melayani masyarakat,” harapnya.

Ilustrasi Suasana Mahasiswa Mamberamo Raya saat penyerahan bantuan tersebut. (Eveerth/LintasPapua.com)

Terkait dengan berbagai kondisi sosial, Wakil Rakyat yang juga anak asli Mamberamo Raya ini mengakui, adanya penyakit sosial togel dan judi hingga masalah sosial lainnya, akibat tidak jalannya pelayanan pemerintah dengan baik, bahkan pelayanan penerangan lampu kepada masyarakat mengalami pemadaman.

“Saya berharap Bupati Mamberamo Raya dan Wakil Bupati Mamberamo Raya bisa berada di Kasonaweja dan melayani masyarakat secara baik, mari belajar mencintai daerah dan tidak hanya datang untuk satu dua hari lalu balik ke Jayapura dan Jakarta, tetapi kalau bisa betah dan tinggal lama menetap dan melayani masyarakat dan menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan secara baik,” harapnya.

Sementara itu, secara terpisah sebelumnya, terkait berbagai dampak sosial penyakit di masyarakat, Bupati Mamberamo Raya, Dorinus Dasinapa, AKs, SSos mengaku telah memerintahkan dinas kesehatan untuk mengantisipasi KLB campak dan gizi buruk di Asmat tersebut.

“Saya sudah minta dinas kesehatan untuk antisipasi itu, jangan sampai terjadi di Mamberamo Raya,” kata Bupati Dorinus Dasinapa, Selasa (6/2/2018) lalu., yang dikuytip dari media Harian Pagi Papua,  Bupati Dasinapa mengakui jika sebenarnya daerah Mamberamo Raya lebih berat dibandingkan dengan Asmat, apalagi semua juga transportasi mengandalkan sungai.

Dikatakan, memang kondisi Asmat sangat berat, tapi jangkauannya mudah jika dibandingkan Mamberamo Raya yang lebih berat.

“Karena ketika banjir, maka speed bisa masuk sampai pelosok, tapi jika air sudah surut, maka sungai menjadi jalan, dan orang harus jalan kaki berhari-hari. Itu beratnya Mamberamo Raya. Kalau Asmat, sampai kapanpun tetap bisa speed masuk ke pelosok, meski diakui jika hujan lebat tenggelam berhari-hari, sehingga tanaman pangan pun tidak bisa tumbuh, sehingga terjadi kekurangan gizi.

Apalagi, lanjut Bupati Dasinapa, jika pemerintah tidak bertanggungjawab dalam arti kepercayaan yang diberikan terutama dinas kesehatan, tidak dilaksanakan dengan baik, maka bisa saja terjadi KLB seperti itu.

“Maka kami di Mamberamo Raya, otomatis pemimpin harus tegas dan benar-benar jeli melihat laporan-laporan itu. Jangan ngaku sudah dilakukan, itu tidak boleh. Seketika buat laporan, maka harus disertai dengan visual lapangan sehingga proses pembohongan bisa ditemukan,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here