KPU Jayawijaya Tetapkan Satu Paslon Jhon Ricard Banua dan Marten Yogobi

0
858
Calon Tunggal Pilkada Jayawijaya, Jhon Ricard Banua, SE, MSi dan Marten Yogobi, SH.M.Hum saat ditetapkan oleh KPU Kabupaten Jayawijaya Senin (12/2). (Naftali/HPP)
Bakal Calon Tunggal Pilkada Jayawijaya, Jhon Ricard Banua, SE, MSi dan Marten Yogobi, SH.M.Hum saat ditetapkan oleh KPU Kabupaten Jayawijaya Senin (12/2). (Naftali/HPP)

WAMENA (LINTAS PAPUA) – Setelah melalui berbagai tahapan mulai dari pendaftaran calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Jayawijaya hingga verifikasi, akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jayawijaya menetapkan bakal Pasangan Calon Bupati, Jhon Richard Banua dan Martin Yogobi, Calon Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya. Keduanya merupakan pasangan yang maju tanpa lawan alias tunggal di Pilkada Jayawijaya.
Penetapan pasangan bakal calon, dilakukan serentak sesuai tahapan atau agenda nasional yakni kemarin Senin (12/2) di Kantor KPU Kabupaten Jayawijaya.

Ketua KPU Jayawijaya, Adi Wetipo, S.IP menjelaskan, Pasangan calon yang memenuhi syarat dalam pendafatran calon kepala daerah dan wakil kepala daerah pada pilkada 2018 adalah pasangan John Richard Banua dan Marthen Yogobi.

Diakuinya, dalam proses tahapan yang sudah berjalan, memang ada 4 kandidat pasangan calon yang pendaftar ke KPU Jayawijaya, namun dari semua yang mendaftar, hanya satu pasangan calon yang memenuhi ketentuan untuk siap maju dalam pilkada mendatang.

“Saat tahapan pendataran di KPU, ada empat calon namun sebagian dari calon-calon yang mendaftar tidak melengkapi berkas yang menjadi syarat sehingga mereka tidak lolos dan hal itu sudah disampaikan dalam kronologis pendaftaran bupati/wakil bupati Jayawijaya 2018,” ungkap Adi.

Dikatakan Adi Wetipo, hasil penetapan sudah diputuskan dan hasil itu sudah diserahkan ke KPU kepada pasangan calon di Wamena, Pimpinan Partai Politik pengusung pasangan calon yang ada di Wamena serta Panwaslu Kabupaten Jayawijaya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Jayawijaya, Adi Wetipo, S.IP Dan Komisioner KPU Jayawijaya Divisi Sosialisasi dan SDM, Markus Way, SE, M.Si. dalam sebuah kegiatan sebelumnya. (Ema)

Adanya pengaduan oleh pasangan calon lainnya yang tidak lolos, Adi menjelaskan, pasangan calon Bartol Parageye dan Ronny Elopere, sudah mengadukan pihak KPU Jayawijaya ke PTUN di Makassar dan sesuai dengan informasi dari pengacara KPU Jayawijaya, sidangnya akan dilakukan pada hari Rabu, (14/2), sehingga pihak KPU juga masih menunggu hasil putusan tersebut.

Adi Wetipo menilai, jika dirinya semua berada dalam NKRI yang menjunjung tinggi nilai demokrasi, sehingga hal yang dilakukan kandidat lainnya merupakan tindakan yang sangat wajar sesuai dengan aturan yang berlaku di negara ini, dan untuk proses hukumnya sedang ditempuh.

Dijelaskannya, pada prinsipnya, KPU Kabupaten Jayawijaya telah menjalankan tugas dan kerjanya sesuai dengan regulasi yang ada di NKRI, karena kita merupakan negara hukum, sehingga apa yang menjadi keluhan dapat ditempuh melalui jalur hukum yang berlaku di negara ini.

Jhon Ricahard Banua, SE.M.Si Bersama Marten Yogobi Saat Mengambil Formulir Pendaftaran Di Sekretariat Panitia Pendaftaran Partai PDIP Perjuangan. (Ema)

“Saya mau sampaikan dan mengajak  kepada semua pemimpin partai politik, termasuk calon-calon yang sebelumnya telah mendaftar namun tidak lolos untuk membantu KPU memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat agar mereka tidak melakukan hal-hal yang dapat membuat mereka justru terjerat hukum. Kasian rakyat jika di provokatori dengan hal-hal yang menyebabkan melakukan tindakan anarkis” terangnya.

Untuk diketahui, KPU Kabupaten Jayawijaya telah merilis kronologi pendaftaran bupati/wakil bupati Kabupaten Jayawijaya Tahun 2018, berikut rilis resmi KPU Kabupaten Jayawijaya hingga kepada penetapan.

Adi menjelaskan pada pendaftaran pertama pada tanggal 08-10 Januari 2018 lalu tidak ada pasangan bakal calon yang datang mendaftar dan pada hari kedua Selasa (09/1) bakal Paslon Jimmy Asso dan Wemban Kogoya yang di usung oleh Partai PAN dan PDIP datang mendaftar dengan membawa dokumen pencalonan hanya menunjukkan Surat Tugas dari DPP PDIP tanpa dokumen lain.

Sehingga KPU Jayawijaya mengembalikan dokumen untuk dilengkapi sampai dengan batas waktu pendaftaran hari terakhir jam 24:00 WIT.

“Sampai dengan hari terakhir masa pendaftaran sekitar pukul 23:43 WIT Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati serta Ketua tim sukses Simson Asso datang ke Kantor KPU Jayawijaya menyampaikan bahwa dokumen pencalonan tidak bisa di lengkapi dan susah bertemu dengan pengurus partai pengusung” tuturnya.

Divisi Teknis KPUD Jayawijaya, Sarlota Nelly Martha Wartanoy. (Fransisca / LintasPapua.com)

Atas penyampaian dari Tim Sukses,  Simson Asso tersebut KPU Jayawijaya menolak Bapaslon JIMMY ASSO dan WEMBAN KOGOYA dengan Berita Acara No: 20/BA/B15/I/2018, karena dokumen pencalonan tidak lengkap sampai dengan masa akhir pendaftaran.
Hari Kedua Selasa 09 Januari 2018, Sekitar jam 15:18 WIT Bapaslon John Richard Banua dan Marthen Yogobi yang di usung oleh 11 Partai Politik datang mendaftar dengan membawa dokumen pencalonan. Untuk 10 Parpol dokumen pencalonannya lengkap.

Untuk Partai Gerindra dokumen lain lengkap hanya satu dokumen saja yang tidak ada yaitu B1 KWK (Parpol) sehingga KPU Jayawijaya mencoret dukungan dari Partai Gerindra kepada Bapaslon John Richard Banua dan Marthen Yogobi, dengan Berita Acara No: 18/BA/B15/2018 KPU Coret dukungan Partai Gerindra.

Hari Ketiga Rabu (10/1), Sekitar Jam 16:11 WIT bakal pasangan calon  Bartholomeus J Paragaye dan Ronny Elopere, datang mendaftar,  namun bakal calon Ronny Elopere tidak bisa hadir dikaranekan kehilangan tiket berdasarkan keterangan surat dari Kepolisian Metro Jaya di Jakarta. Karena memang posisinya berada di Jakarta.

Suasana Penyelenggara KPUD Jayawijaya saat memberikan keterangan pers di Kota Jayapura. (Fransisca /LintasPapua.com)

Setelah diperiksa dokumen pencalonan dari partai pengusung Partai Gerindra dokumen yang di sampaikan lengkap mulai dari Surat Tugas, Rekomendasi dan B1-KWK lengkap semua.

Dokumen pencalonan dari partai Partai HANURA dokumen yang di sampaikan SALINAN/Foto copy sedangkan yang diminta berdasarkan PKPU No 03 Tahun 2017pasal 45 itu dokumennya harus Asli (tandan tangan basah, cap basah dan meterainya juga asli) bukan foto copy, sehingga dengan Berita Acara No: 19/BA/B15/I/2018 KPU menolak karena Partai Hanura hanya membawa dokumen salinan/scan/foto copy tidak dapat di verifikasi keabsahannya dan juga sudah memasuki batas akhir pendaftaran.

Berdasarkan rententan peristiwa pendaftaran Bupati/wakil Bupati Jayawijaya tahun 2018 maka KPU Jayawijaya melakukan Penetapan pada hari Senin (12/2) dengan menetapkan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya Tahun 2018 adalah Jhon Richard Banua dan Martin Yogobi dengan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jayawijaya Nomor: 18/KPTS/KPU KAB.030/2018. (ema/ab/ Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here