Seriusi  Persoalan  Pendidikan di Pegubin, Bupati Costan Oktemka Temui Mendikbud RI

0
494
Bupati Costan Oktemka, ketika menemui Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendi, MAP, di Ciputat Bogor. (Humas PB)
Bupati Costan Oktemka, ketika menemui Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendi, MAP, di Ciputat Bogor. (Humas PB)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  – Belum dicabutya moratorium penerimaan Calon ASN terutama dalam memenuhi kebutuhan guru yang merupakan tenaga pendidik di daerah menjadi masalah yang sangat besar dan kekurangan tenaga pengajar di daerah ini terutama di kabupaten Pegununagan Bintang menjadi perhatian serius Bupati Costan Oktemka, S.IP.

“Sebab banyak fasilitas yang dibangun dan puluhan anak menanti di seluruh pelosok untuk mendapatkan pendidikan yang layak seperti generasi di tempat lain. Namun keterbatasan tenaga pengajar yang menjadi faktor penghambat dalam kemajuan pendidikan.” Ungkap Bupati Costan Oktemka, ketika menemui Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendi, MAP, di Ciputat Bogor.

Menurut Bupati Costan dihadapan Mendikbud RI menjelaskan, bahwa persoalan utama pendidikan di Pegunungan Bintang adalah faktor infrastruktur dan ketersediaan tenaga pendidik serta keterisolasian daerah termasuk transportasi yang menghubungkan ke daerah-daerah terpencil.

“Dengan beberapa hal ini menghambat kemajuan pendidikan di Pegunungan Bintang. Hal ini Menteri sudah melihat langsung kondisi sesungguhnya saat kunjungan di bulan desember tahun lalu. Untuk itu mohon dukungan Menteri, agar sector pendidikan di kabupaten Pegunungan Bintang bisa maju dan bersaing seperti di daerah lain. Karena Pegunungan Bintang termasuk daerah perbatasan dengan Negara tentangga PNG, sehingga perlu mendapat perhatian serius dengan memberikan dukungan kepada pemda,” ungkap Costan kepada Menteri.

Bupati Costan Oktemka, ketika menemui Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendi, MAP, di Ciputat Bogor. (Humas PB)

Solusi yang tepat yang ambil pemerintah pusat menurut Costan adalah penyedian tenaga-tenaga pengajar melalui program SM-3T, Indonesia Cerdas, Indonesia Mengajar dan Guru Garis Depan yang tersebar di daerah-daerah terpencil merupakan sebuah jawaban yang wajib dipertahankan demi meminimalisir persoalan pendidikan di daerah termasuk pemda Pegunungan Bintang.

“Penempatan sarjana-sarjana melalui program SM-3T, Indonesia Cerdas, Indonesia Mengajar dan Guru Garis Depan ini sangat bagus dan mohon Menteri untuk penambahan guru-guru melalui beberapa program diatas demi menjawab persoalan pendidikan di Pegunungan Bintang.” Jelasnya lagi.

Mendikbud RI menanggapi persoalan yang dijelaskan oleh Bupati Pegunungan tersebut mengatakan bahwa komitmen Bupati untuk memajukan pendidikan sangat luar biasa terutama dalam penyediaan sarpra dan ketersediaan tenaga pengajar yang tentunya mendukung program pemerintah pusat di daerah.

“Bupati punya komitmen yang luar biasa untuk majukan pendidikan di Pegunungan Bintang. Saya nilai Bupati Pegubin yang sangat peka dan respon cepat dengan kebijkana pemerintah pusat melalui penempatan sarajan di daerah untuk menjawab kebutuhan tenaga pengajar di daerah. Termasuk mendukung terbangunnya sejumlah fasilitas pendidikan melalui program pusat adalah sebuah komitmen Bupati. Sehingga saya selaku Menteri siap mendukung semua usulan yang disampaikan di Kemendibud RI maupun di kementrian lain. Yang penting surat tembusannya disampaikan ke saya ya. Agar program itu didorong bersama.” Responnya serius.

Dijelaskan, Menteri bahwa usulan program pembangunan yang disampaikan Bupati Pegunungan Bintang hari ini, pihaknya berjanji akan penuhi dan menjawab semua usulan tentunya secara bertahap.

Bupati Costan Oktemka, ketika menemui Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendi, MAP, di Ciputat Bogor. Kedua saling memberikan salam .(Humas PB)

“Biar saat rapat terbatas kabinet saya bisa dorong kepada kementrian lain supaya fokus dan bangun Pegunungan Bintang. Saya senang, karena Bupati Pegunungan Bintang sangat peduli dengan kemajuan pendidikan. Buktinya Bupati ketemu dengan saya hari ini, bahas secara detail kemajuan pendidikan di Pegunungan Bintang. Semoga persoalan pendidikan di Pegunungan bisa terjawab dengan program-program pemerintah pusat dan daerah,” tandasnya.  (Humas PB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here