Dua Paslon Pilgub Papua Belum Dapat Rekomendasi MRP

0
62
Salah satu bakal calon Gubernur Papua, John Wempi Wetipo. (Fransisca/LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – KPU Papua sesuai jadwal tahapan nasional melakukan sidang pleno penetapan Pasangan Calon (Paslon)  Pemilihan Gubernur Papua.Selasa (12/2/2018), sidang pleno mulai pukul 12.15, terlambat kurang lebih satu jam dari waktu ditetapkan yakni pukul 11.00 WIT, namun belum dapat terlaksaana, karena dua pasangan calon belum menerima rekomendasi Majelis Rakyat Papua (MRP).

 

Salah satu bakal calon Gubernur Papua, John Wempi Wetipo hadir tanpa didampingi bakal cawagubnya, Habel Melkias Suwae. Sementara bakal  paslon petahana, Lukas Enembe dan Klemen Tinal, semuanya hadir lengkap.

Ketua KPU Papua, Adam Arisoy mengatakan,  bahwa hari  ini adalah penetapan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur menjadi pasangan cagub dan cawagub.

“Untuk itu saya minta kepada tim verifikator untuk kembali membuka hasil syarat pencalonan dan syarat calon untuk kita ikuti bersama,Selanjutnya hasil verifikasi dibacakan oleh tim verifikator. Berkas syarat pencalonan dari kedua kandidat dinyatakan lengkap,” jelasnya.

Lukas Enembe dan Jhon Wempi Wetipo, saat duduk berdampingan dalam ruangan KPU Papua. (Fransisca/LintasPapua.com)

Lanjutnya, Sementara berkas syarat calon dari kedua kandidat dinyatakan kurang karena belum ada rekomendasi dari Majelis Rakyat Papua (MRP) perihal keaslian Orang Papua.

Meski demikian ketua KPU Papua menyatakan sah diikuti dengan ketuk palu. Dengan demikian para bakal paslon ada syarat calon yang sampai hari ini kita belum mendapatkannya. Seperti yang tadi sudah disampaikan yakni pertimbangan Orang Asli Papua (OAP). Hari ini secara de facto 4 kandidat kita adalah OAP, tetapi secara de jurenya belum ada,” kata Adam

Sidang diskors selama 20 menit oleh ketua KPU Papua agar 5 orang komisioner KPU Papua diskusi dengan Ketua KPU dan anggota bawaslu.

 

Bakal Calon Gubernur Papua, Jhon Wempi Wetipo mengatakan, sesuai ketentuan, ini memenuhi syarat kah atau tidak memenuhi syarat kah? Kita tinggal tunggu, hanya dari ketentuan MRP tidak memberikan rekomendasi dengan jerih payah yang kita lakukan berbulan bulan, kemudian kita di gugurkan kan tidak rasional kan? Kalau tidak rasional kita akan lakukan upaya lain, kita sebagai warga negara berhak mencalonkan diri dalam pemilihan Gubernur ini. (Fransisca / LintasPapua.com)