DPR Papua Komisi IV Pertanyakan Subsidi Penerbangan

0
2
Sekretaris Komisi IV DPR Papua, Sinut Busup Rambat

 

Kesibukan Penerbangan di Bandara Sentani (Foto Facebook Hairil)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)) – Sekretaris Komisi IV DPR Papua, Sinut Busup mempertanyakan program subsidi penerbangan bagi daerah pedalaman di Papua.

Program subsidi penerbangan ke pedalaman ini sempat dilaunching Dinas Perhubungan Provinsi Papua tahun 2017.

“Kita sudah anggarkan dana perubahan tahun 2017 sebesar Rp 40 miliar. Dana itu yang ditangani dari Bappeda Provinsi Papua, namun sampai hari ini masa kepemimpinan gubernur mau berakhir, tetapi dana subsidi penerbangan Rp 40 miliar itu ada dimana?,” kata Sinut Busup kepada wartawan di DPR Papua, Kamis (8/2/2018).

Diakui, untuk subsidi penerbangan yang bersumber dari dana APBN tahun 2017 sudah berjalan, namun dana subsidi dari APBD Provinsi Papua belum ada, sehingga pihaknya mempertanyakan hal itu.

“Ya, subsidi perbangan dari APBN pusat sudah berjalan, tapi subsidi dari APBD provinsi belum berjalan,” tandasnya.

Lebih lanjut, pihaknya sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Dinas Perhubungan dan terakhir pertemuan dengan Dinas Perhubungan Papua di Hotel Sahid Papua, Kota Jayapura.

Dalam pertemuan itu, ia sudah meminta penjelasan terkait subsidi penerbangan ke wilayah pedalaman tersebut.

Sekretaris Komisi IV DPR Papua, Sinut Busup (Rambat/Koran Harian Pagi Papua)

“Saya sudah sampaikan kapan subsidi ini jalan. Waktu itu, tahun 2017 mereka mengusulkan dana Rp 80 miliar, dan sudah dilaunching, tapi kita sudah anggarkan Rp 40 miliar. Sekarang pertanyaannya sampai hari Februari 2018, anggaran Rp 40 miliar untuk subsidi penerbangan kenapa belum berjalan dari APBD provinsi. Posisi dananya ada dimana?,” tegasnya.

Dalam subsidi penerbangan ke pedalaman itu, dalam pertemuan bersama Dinas Perhubungan, mereka menyatakan bahwa kerjasama dilakukan dengan maskapai penerbangan AMA, MAF, Tariku, Susi Air, Cenderawasih Air dan lainya.

“Tetapi pertemuan terus berjalan, tapi sekarang subsidi itu belum berjalan ini. Subsidi sampai hari ini belum jalan. Jadi, kapan subsidi penerbangan bagi masyarakat ini berjalan?,” tandasnya.

Pihaknya mempertanyakan anggaran yang telah diploting untuk subsidi tiket pesawat penerbangan ke pedalaman tersebut.

“Jadi, anggaran subsidi penerbangan ini dikemanakan lagi?,” pungkasnya. (bat/ab / Koran Harian Pagi Papua)