Bupati Awoitauw  Akui Pengangkatan Honorer Terkendala Jumlah ASN

0
365
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, saat diwawancara. (Irfan /Koran Harian Pagi Papua)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Jumlah Pegawai Negri Sipil (PNS) yang sudah maksimal, membuat Pemerintah Kabupaten Jayapura kesulitan dalam pengangkatan tenaga honorer.

Demikian disampaikan Bupati Jayapura, Mathius Awoiatuw, SE. M,Si ketika menjawa pertanyaan wartawan harian ini terkait tuntutan dari tenaga honorer, di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (2/2/18).

 

Menurut Bupati Mathius, semua orang dalam hal ini tenaga honorer pastinya membutuhkan perubahan terutama dalam karier maupun cita-cita.

Tetapi, kata Mathius disisi lain pihaknya selaku pemerintah, kesulitan menyediakan lapangan perkerjaan.

“Karena jumlah pegawai kita saat ini sudah hampir mencapai lima ribu orang. Artinya jumlah pegawai kita sudah maksimal,”ungkapnya.

Apalagi kan sekarang, lanjut Bupati Mathius sistem OPD yang ada dengan bidang-bidang nya, sudah diatur secara nasional sehingga segala bentuk pembiayaannya juga secara nasional.

“Oleh karena itu, kita tidak bisa mengaturnya atau mengangkat mereka menjadi PNS karena bisa menjadi masalah. Kecuali jika pemerintah pusat yang membuka ruang, itu baru bisa kami tambahkan,”sebutnya.

Mathius mengungkapkan, walaupun sistemnya seperti itu,  tapi dirinya selaku kepala daerah juga berpikir bahwa ada kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi, seperti kekurangan guru.

 

“Karena itu sekarang, kita sudah tempuh dengan cara kontrak. Dimana tahun kemarin tepatnya diakhir desember, kita sudah utus sekitar 100 guru yang kita ambil dari tenaga honorer yang sudah ada ini. Itu yang kita kontrak, supaya ada kepastian untuk masa depannya,”jelasnya.

Intinya kata Mathius, saat ini pihaknya tidak bisa sembarang melakukan penambahan atau pengangkatan honorer langsung menjadi PNS.

“Tetapi kita coba tingkatkan dia lagi dengan suatu kepastian kontrak bahwa anda honorer tapi gajinya (honor) nya sekian. Itu yang kita lakukan,”tegasnya.

“Sebab, selama ini mereka jalan sebagai honorer yang tidak pasti juga. Maka itu, dengan adanya sistem kontrak yang telah kami terapkan ini akan dapat lebih memberikan kepastian,”cetusnya.

Ia juga menambahkan, nantinya tenaga kontrak yang diambil dari honorer ini akan dinilai dalam kontrak selama 2 tahun.

“Nah, apabila kinerjanya bagus berarti kita perpanjang atau bisa juga kita usulkan untuk menjadi PNS. Oleh sebab itu, kami berharap keterbatasan ini kiranya dapat dimengerti oleh mereka (honorer) bahwa saat ini kita tidak bisa sembarang mengangkat PNS tapi melalui proses yang ketat,”pungkasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here