Polisi Tangkap  6 Pelaku Pengeroyokan Seorang Pria di Waibron

0
732
Barang bukti dan pelaku yang diamankan pihak kepolisian. (Irfan / Harian Pagi Papua)
Barang bukti dan pelaku yang diamankan pihak kepolisian. (Irfan / Harian Pagi Papua)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Polres Jayapura menggelar rilis atas penangkapan para pelaku pengeroyokan yang menyebabkan salah seorang warga bernama Hengki Daimoy meninggal dunia.

 

Rilis kasus pengeroyokan tersebut, di pimpin langsung oleh Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si, di dampingi KBO Satuan Reskrim Polres Jayapura Ipda Sakaruddin, S.H., dan Kasubbag Humas Polres Jayapura, AKP Katharina Hineke L. A., di Aula Cycloops Mapolres Jayapura, Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Jumat (2/2/2018) pagi.

 

“Kami dari Polres Jayapura mengadakan press rilis terkait kasus tindak pidana secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap seseorang, yang mengakibatkan meninggalnya orang atau yang dituduhkan di dalam KUHP Pasal 170 ayat 2 ke 3,” ucap Kapolres Victor.

 

“Di mana, adanya kita temukan korban aniaya yang kemudian meninggal dunia atas nama Hengki Daimoy, di Kampung Waibron, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, yang terjadi pada Rabu (31/1/2018) dinihari lalu sekitar pukul 03.00 WIT,” lanjutnya.

 

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Makcbon. SH., S.IK., M.H., M.Si, menerangkan, bahwa pihaknya berhasil mengamankan sebanyak enam (6) tersangka pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia itu dalam waktu kurang lebih empat jam, sementara satu orang di tetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

 

“Ke enam tersangka tersebut masing-masing berinisial YB (31), PB (34), DS (21), EO (15), YW alias A (23) dan MY (30) yang berhasil di bekuk oleh tim khusus kita yakni Tim Elang Polres Jayapura dalam kurun waktu kurang lebih empat jam. Sementara satu orang pelaku lagi berinisial KW yang merupakan pelaku utama masih dalam pengejaran dan telah di terbitkan surat DPO,” kata Kapolres Victor, Jumat (2/2/2018) di Aula Cycloops Mapolres Jayapura.

 

Karena ke enam tersagka dan satu orang DPO itu, kata Kapolres Victor, telah melakukan pengeroyokan yang mengakibatkan korban bernama Hengki Daimoy meninggal dunia (MD) di Kampung Waibron, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Rabu (31/1) dini hari lalu sekitar pukul 03.00 WIT.

 

Menurut Kapolres Victor, peristiwa tersebut berawal pada Rabu (31/1/2018) pukul 02.30 WIT, saat korban Hengki Daimoy bersama pelapor Petrus Wally dengan menggunakan mobil Daihatsu Xenia warna merah pergi dari Pasar Baru menuju Kampung Waibron, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura.

 

Saat tiba di lokasi TKP, mobil korban bersenggolan dengan motor milik pelaku berinisial KW, sehingga keduanya berhenti dan terjadi cekcok mulut.

 

Selanjutnya korban mengancam dan juga mengejar pelaku KW dengan menggunakan senjata tajam (Sajam) jenis Sangkur kemudian pelaku KW ini memukul tiang listrik, sehingga teman-teman pelaku sebanyak enam orang itu datang dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

 

“Ke enam tersangka yang di bekuk dan satu tersangka yang DPO itu merupakan pelaku yang terlibat langsung melakukan penganiayaan secara bersama-sama atau pengeroyokan, sehingga mengakibatkan korban Hengki Daimoy meninggal dunia,” terangnya.

 

Selain itu, Kapolres Victor juga menambahkan, bahwa pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) di antaranya satu buah pisau Sangkur, 2 buah batu, dan 2 buah kayu yang di gunakan oleh para pelaku untuk menganiaya korban hingga meninggal dunia.

 

Kapolres Victor, kasus ini merupakan murni oknum dan tidak melibatkan suku dan kampung maupun yang lain-lain, sehingga tidak boleh ada aksi balasan. Tetapi, kasus ini harus di serahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian untuk memprosesnya sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

 

“Jadi, kasus ini murni oknum dan tidak ada kaitannya dengan suku dan kampung, sehingga saya berharap kepada masyarakat, terutamanya keluarga korban untuk menyerahkan kasus ini kepada kami untuk memprosesnya secara hukum berlaku,” harapnya dengan nada tegas.

 

“Akibat perbuatannya, keenam tersangka di kenakan Pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tukas AKBP Victor Dean Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si. (Irf/ej/ Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here